.

Anggota Banmus Hj.Sumiyati,S.Pd.I.M.IPol ,Apresiasi Kebijakan Anggaran Provinsi Jateng

keterangan foto : Hj.Sumiyati,S.Pd.I.M.IPol Anggota Bamus DPRD Provinsi Jabar dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (FPDIP)

BANDUNG.LENTERAJABAR.COM
,-- Dalam upaya mencari masukan dan mekanisme kinerja Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Provinsi Jawa Barat beberapa waktu lalu melakukan kunjungan kerja (kunker) DPRD Provinsi Jawa Tengah.

Menurut Hj.Sumiyati,S.Pd.I.M.IPol Anggota Bamus DPRD Provinsi Jabar dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (FPDIP) mengatakan dari kunker tersebut,pihaknya serap beberapa masukan berkaitan dengan kebijakan strategis ke DPRD Provinsi Jawa Tengah (Jateng).Di antaranya penjadwalan dan kedudukan Banmus, hingga perkembangan penanganan Covid 19.

Demikian hal tersebut di ungkapkan bunda Sum sapaan akrab Anggota Komisi III DPRD Jabar ini saat di hubungi melalui telepon selulernya Sabtu,(5/12/2020).

Lebih lanjut legislator dari daerah pemilihan (dapil) Jabar VIII mengatakan, ditengah pandemi covid 19 saat ini, banyak sektor yang terdampak. Terutama sektor ekonomi yang belum lama ini beberapa daerah di Indonesia termasuk Jawa Barat mendapat dana pinjaman dari PT. SMI untuk digunakan sebagai Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

 

Hal berbeda, justru Jawa Tengah tidak mengambil kesempatan untuk menerima pinjaman dana tersebut. Sehingga hal ini langkah yang cukup bagus mengingat pinjaman dana untuk PEN berdampak pada penyusunan penganggaran periode berikutnya.

 Menurutnya  hal  tersebut tentu ada konsekuensi kebijakan anggaran selanjutnya yang harus dipertimbangkan secara matang.Dpat dimaklumi bahwa Jawa Tengah tidak mengambil kesempatan pinjaman dana untuk PEN tersebut dengan alasan efisiensi anggaran. Selain itu, optimalisasi anggaran dari RPJMD itu sendiri,tutur wakil rakyat dari Kota Depok dan Bekasi ini.

Ditambahkan politisi berlambang banteng moncong putih ini,"Kami mengapresiasi Jateng memutuskan tidak mengambil dana pinjaman, justru lebih mendorong efisiensi pekerjaan," ujar lulusan Magister Ilmu Politik dari Universitas Padjadjaran (Unpad) ini.

Untuk itu kedua daerah ini perlu ada komitmen ,secara wilayah antara Jabar dan Jateng berbatasan langsung harus dapat saling berkontribusi. "Justru dalam bingkai Indonesia, Jabar dan Jateng harus saling menguntungkan baik secara ekonomi maupun sosial,pungkas Bunda Sum ibu dari tiga orang putra ini yaitu Gilang Esa Mohamad, Gandhi Dwiki Mohamad dan Guruh Tri Putra Mohamad.(Adikarya Parlemen/Red)