.

Komisi V DPRD Jabar Minta Eksekutif Cari Anggaran Khusus Untuk Bayar Honor Guru Bantu

Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat,  Abdul Hadi Wijaya

BANDUNG.LENTERAJABAR.COM,
-- Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat,  Abdul Hadi Wijaya, menyayangkan adanya puluhan guru bantu  (gurban)yang belum dibayarkan honornya selama 11 bulan di Kabupaten Garut.

Menyilapi hal tersebut pihaknya mendesak Pemprov Jabar atau Pemkab Garut segera mencarikan anggaran khusus untuk membayar honor para guru bantu tersebut untuk sementara waktu,tutur Gus Ahad sapan akrab Abdul Hadi (Ahad).

Legislator vdari PKS ini mengatakan dalam setahun, untuk penganggaran honor 63 guru bantu di Kabupaten Garut, biasanya dianggarkan total sekitar Rp 1,6 miliar,sama seperti di kabupaten lainnya di Jabar, yang dianganggarkan bagi para guru bantu yang kebanyakan mengajar di pelosok daerah.

“Sebetulnya ini permasalahan ada sejak beberapa bulan lalu, ketika seharusnya daftar nama mereka ada di anggaran 2020. Tapi rupanya ada miskomunikasi, bahwa data yang diajukan oleh Kabupaten Garut, itu gimana, sampai enggak nyampe di Provinsi Jabar,” katanya, Kamis (11/11/2020).

Menurutnya Komisi V DPRD Jabar,sempat mendapat pengaduan mengenai hal ini tahun lalu. Pihaknya menyayangkan pada 2020, penganggaran untuk guru bantu di Kabupaten Garut ini tidak cair seperti biasanya.

Lebih lanjut Gus Ahad mengatakan Komisi V kemudian melakukan advokasi kepada eksekutif, dan dinyatakan akan dianggarkan dalam APBD Perubahan 2020.

“Pergub APBD Perubahannya kami dapat minggu lalu. Ternyata di Kabupaten Garut tidak ada nomenklatur yang menyatakan guru bantu akan mendapat honor itu, yang nilainya harusnya Rp 1,6 milyar lebih. Berarti ada permasalahan dalam proses perencanaannya,”jelasnya.

Komisi V DPRD Provinsi Jabar, sudah mengkomunikasikan hal ini di internal komisi. Dengan adanya temuan ini, pihaknya terkejut dan menyayangkannya, kemudian meminta Pemprov Jabar melakukan langkah perbaikan.

“Pertama, jangan terjadi lagi. Kedua, agar di pengajuan APBD 2021, yang minggu ini harus kita tuntaskan, agar diduakalilipatkan anggaran untuk honor mereka supaya menyelesaikan yang tahun ini, yang masih terhutang Rp 1,6 milyar tahun ini. Jadi sekitar Rp 3,2 milyar lebih untuk tahun depan, harus disediakan untuk guru bantu di Garut,”pungkas wakil rakyat daerah pemilihan  (dapil) Jabar X Kabupaten Karawang dan Purwakarta ini..(Rie/Red)