.

Drs.H..Daddy Rohanady Anggota Bangar DPRD Jabar Dukung Pembangunan Infrastruktur Dimasukan Anggaran Tahun Jamak

Drs.H..Daddy Rohanady Anggota Bangar DPRD Jabar saat rapat kerja pembahasan hasil evaluasi Kementerian Dalam Negeri RI APBD Perubahan Tahun 2020 bertempat di Gedung DPRD Jabar, Senin (26/10/2020).

BANDUNG.LENTERAJABAR.COM
,--Anggota Badan Anggaran (Bangar) Drs.H..Daddy Rohanady menjelaskan di Dinas BMPR Jawa Barat ada empat item tahun jamak yang sudah dimasukan di dalam KUA PPAS Tahun 2021 yakni Masjid Raya, Bungbulang, Depok, Sukabumi.

Selain itu juga menurut Daro sapaan akrab Daddy yang juga Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat.Pihaknya saat rapat kerja pembahasan anggaran tahun jamak bersama Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat beberapa waktu lalu rencana usulan pembangunan 14 terminal tipe-B ungkapnya saat di hungi melalui telepon selulernya Selasa (27/10/2020)

Lebih lanjut dikatakannya dalam diskusi disampaikan soal tiga item yang kemungkinan besar butuh pendanaannya tahun jamak. Pertimbanganya adalah tentu terlalu berat seandainya ini dicover dalam anggaran rutin. Antara lain: Tasik, Warung doyong, Tegalbuled,juga soal pembangunan jalan provinsi di Cikadu, Jawa Barat. 

Cikadu itu dari total yang tersisa 17 Kilo katanya 2021 dialokasikan anggaran 1,5 Kilo. Jadi berarti masih ada sekitar 15,5 Kilo atau kurang lebih Rp 112 s/d 120 Miliar.Kemudian diulas juga soal pembangunan jalan di Jangga Cikamurang yang kondisinya membutuhkan penanganan.

"Seandainya dua titik itu, Cikadu dan Cikamurang tidak memungkinkan dicover. Saya bilang sudah tahun jamakkan saja sekalian. Jadi empat yang masuk sudah di dalam KUA PPAS plus lima yang coba kita dorong di luar KUA PPAS," ujarnya.

Daddy Rohanady juga menjelaskan soal pendanaan pembangunan tersebut yang dicoba dikaitkan dengan dana Pemulihan Ekonomi Nasional atau Dana PEN. Ada restrukturisasi terkait dengan program yang didanai PEN di 2021. Kalau kemarin di perubahan Rp1,812 triliun berarti di 2021 Murni ada sekitar Rp2,2 triliun. Tinggal apakah kemudian hal-hal seperti ini bisa masuk,jelas Daro.

Diluar itu, Daddy berencana akan menyampaikan pada Badan Anggaran soal masalah yang dia temukan di lapangan ketika komisi IV ke Cirebon beberapa waktu lalu."Ada beberapa pintu air cukup banyak bahkan yang palang penutupnya itu terpaksa mereka pakai gedebok pisang. Ini kan, masa sih APBD kelas Rp45 triliun. Masa pintu airnya pakai gedebong pisang," jelas wakil rakyat daerah  pemilihan (dapil) Jabar XII meliputi Kabupaten Indramayu,Cirebon dan Kota Cirebon ini.

"Saya kira hal-hal yang tidak etis yang tidak layak itu kita coba reduksi. Mana Sumbernya? ya tadi misalnya dari PEN kita reduksi beberapa hal untuk dialokasikan pada hal-hal yang jauh lebih substantif jauh lebih urgen berkaitan dengan misalnya saja implementasi Perda 4 Tahun 2012 tentang Kemandirian Pangan Daerah," pungkas pria kelahiran Kuningan tanggal 31 Agustus ini.(Adikarya Parlemen/Red)