.

DPRD Jabar Kunker Ke Cabang Dinas ESDM Wilayah III Purwakarta

Ketua Komisi IV Imam Budi Hartono di dampingi anggota saat kunker ke Cabang Dinas ESDM Wilayah III Purwakarta.

PURWAKARTA.LENTERAJABAR.COM,-Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat dalam upaya mencari informasi melakukan kunjungan kerja (kunker) terkait monitoring dan evaluasi kerja organisasi perangkat daerah (OPD) mitra kerja.Senin 27 Juli 2020.

Kunker Komisi IV DPRD Jabar di pimpin langsung Ketua Imam Budi Hartono (PKS) didampingi anggota antara lain;Asep Syamsudi(PKB) ,H.M.Achdar Sudraja(Demokrat), H.Mochamad Ichsan(PKS),H.Kasan Basari(Gerindra)  Melakukam Kunjungan Kerja ke Cabang Dinas ESDM Wilayah III Purwakarta , Terkait Dengan Evaluasi Kegiatan Cabang Dinas ESDM Wilayah III Purwakarta untuk Tahun Anggaran 2019 dan program capaian untuk tahun 2020.
 
Menurut Imam legislator dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Adapun Maksud Kunjungan Komisi IV Cabang Dinas ESDM Wilayah III Purwakarta untuk mendalami informasi terkait kegiatan  yang tertunda pelaksanaannya, Akibat dari pengalihan anggaran untuk penanganan Covid 19 di Provinsi Jawa Barat dan mengenal cakupan wilayah .

Pada kesempatan tersebut Anggota Komisi IV yang membidangi Pembangunan, meliputi: Pekerjaan Umum (Kebinamargaan, Pengairan, Tata Ruang dan Pemukiman), Perencanaan dan Pengendalian, Pembangunan Regional, Pengelolaan Pelabuhan Laut dan Udara Regional, Perhubungan dan Telekomunikasi, Pertambangan dan Energi, Perumahan Rakyat, Penelitian dan Pengembangan Daerah, Pengendalian dan Perlindungan Lingkungan Hidup.

DPRD Jabar banyak menyoroti kegiatan yang tertunda akibat banyaknya anggaran pemerintah provinsi yang dialihkan untuk penanganan Covid 19 di Jawa Barat.

Namun,Komisi IV yang membidangi pembangunan ini meminta agar program prioritas yang darurat tetap dilakukan karena terkait dengan kredibilitas dari pemerintah provinsi Jawa Barat.

Komisi IV berharap program prioritas untuk sarana prasarana tetap bisa di tuntaskan.Ada beberapa kegiatan yang telah direncakan pada tahun 2020 yang kemudian tertunda dan kemungkinan diusulankan kembali pada TA 2021(Ari/Red)