.

DPRD Minta Kepala Daerah Perhatikan Perekonomian Rakyat Saat PSBB

Rahmat Hidayat Djati Ketua Komisi II DPRD Jabar

BANDUNG.LENTERAJABAR.COM,- Ketua Komisi II DPRD Jabar, Rahmat Hidayat Djati meminta kepada Kepala Daerah seluruh kab/kota yang akan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di mulai Rabu (6/5/2020) sampai Selasa (19/5/2020) agar memperhatikan perekonomian masyarakat.

Menurut politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini,bukan hanya rapid test kesehatan masyarakat yang harus dilakukan, rapid test perkonomian juga harus dilakukan, salah satunya memperhatikan KUKM dan para pedagang kecil yang sangat butuh diperhatikan baik berupa bantuan langsung maupun bantuan kebijakan, kata Rahmat dalam keterangan yang diterima redaksi.

Lebih lanjut dikatakannya, wabah virus corona tidak hanya menyebabkan emergency kesehatan, tapi juga masuk pada fase emergency ekonomi,tutur wakil rakyat daerah pemilihan (dapil) X Jabar meliputi Kabupaten Karawang dan Kabupaten Purwakarta ini.

Komisi II DPRD Jabar yang salah satunya membidangi perekonomian, berkesimpulan meminta semua pengelola pasar dan pengelola mall di kabupaten/kota untuk memberikan toleransi atau keringanan tunggakan baik sewa lapak maupun pembayaran listrik.

Ditambahkannya pengelola pasar maupun mall untuk memberikan toleransi tunggakan pembayaran lapak dan listrik pada para pedagang yang omzetnya anjlok akibat wabah Covid-19 ini.Rahmat mengaku menerima banyak  keluhan dari para pelaku usaha utamanya pelaku usaha kecil menengah dan para pedagang baik di pasar maupun di mall-mall.

"Dua hari yang lalu saya kedatangan komunitas para pedagang di pasar dan mall mengeluhkan kerugian akibat Covid-19 untuknya mereka meminta pengelola pasar maupun mall supaya memberikan toleransi tunggakan pembayaran sewa lapak maupun listrik," imbuh dia.

Ia menegaskan sudah meminta dinas terkait untuk mengawal soal keringanan tunggakan sewa lapak maupun pembayaran listrik.Dan dinas terkait sudah kita minta untuk mengawal itu, apabila ada pengelola mall dan pengelola pasar tidak memberikan keringanan itu kami minta untuk ditindak tegas, karena ini soal kemanusiaan,"pungkas pria yang suka mengekana iket ini.(Rie/Ril)