.

Komisi III Kunker Ke Sumedang Pantau Sektor Keuangan Imbas Covid-19

Komisi III DPRD Jabar saat kunker  ke kantor Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah Kabupaten Sumedang Bapenda Jabar diterima Kapus Enih Srimurni,SH.M.Si. Senin (6/4/2020).

SUMEDANG.LENTERAJABAR.COM,-Pandemi wabah Corona berdampak ke berbagai sektor baik usaha maupun program kerja lembaga pemerintahan dan swasta mengalami imbas dari Covid-19 tersebut. Dengan adanya wabah ini pos-pos pendapatan asli daerah (PAD) terkena dampak juga.

Keuangan Pemerintah daerah provinsi (Pemdaprov)  makin terpuruk karena pendapatan dari pajak kendaraan bermotor,hotel, resto, pertambangan , dan restribusi  menurun tajam.

Menyikapi kondisi tersebut Komisi III DPRD Jabar yang membidang Keuangan, meliputi: Pendapatan Asli Daerah (Pajak Daerah, Retribusi Daerah, Hasil BUMD dan Pengelolaan Kekayaan Daerah dan Harta lainnya yang dipisahkan, lain-lain PAD yang sah), Dana Perimbangan (PBB, Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan, Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus, Penerimaan Sektor Kehutanan, Pertambangan Umum dan Perikanan, Penerimaan dari Pertambangan Minyak dan Gas Alam), Pajak Air, Pinjaman Daerah, Perbankan, Dunia Usaha, Otorita, Pemberdayaan dan Pengembangan BUMD, serta Penanaman Modal Asing dan Penanaman Modal Dalam Negeri, dan lain-lain penerimaan yang sah. Melakukan kunjungan kerja (kunker) melaksanakan pemantauan perkembangan pelayanan di bjb Cabang Sumedang  dan Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah Kabupaten Sumedang Bapenda Jabar. Senin (6/4/2020).

Kunker tersebut dipimpin Wakil Ketua  Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat H. Sugianto Nangolah, SH., MH (politisi partai Demokrat). bersama anggota antar lain,Irfan Suryanegara (FDemokrat),Abdul Haris Bobihoe (F Gerindra) serta Pepep Saepul Hidayat(Politisi PPP) wakil rakyat daerah pemilihan (dapil) XI meliputi Kabupaten Sumedang-Majaleng-Subang (SMS) ini.

Menurut Sugianto,berdasarkan hasil pantauannya ke bank bjb Sumedang,mengatakan terjadi penurunan drastis kunjungan dan transaksi keuangan di bjb Sumedang akibat pandemi covid 19.

Hal serupa juga dialami di kantor samsat Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah Kabupaten Sumedang Bapenda Jabar, dengan adanya wabah corona yang pertama muncul di Wuhan Tiongkok ini,para wajib pajak (WP) merasa enggan untuk menunaikan kewajibanya membayar pajak kendaraan  karena khawatir tertular  Covid-19  tersebut.

“Saya kira dampaknya luar bisa besar dan membuat perekonomian lumpuh, kunjungan masyarakat ke bjb menurun secara derastis, dan diperkiraan pendapatan akan menurun secara besar-besaran”, kata legislator partai berlambang bintang merzy ini.

Ditambahkanya besar kemungkinan target pendapatan asli daerah(PAD) akan mengalami penurunan bahkan tidak sesuai dengan target yang di harapkan,hal ini tentunya berimbas pada realisasi program pembangunan di Jawa Barat,pungkas wakil rakyat daerah pemilihan (dapil) Jabar I meliputi Kota Bandung-Cimahi  ini.(Rie/Red)