.

Pemerintah Pusat Jadikan Jawa Barat Lokus Peluncuran Kartu Pra Kerja

Kepala Disnakertrans Jabar, M.Ade Afriandisaat memberikan kata sambutan dalam Rakor Teknis Program Persiapan Peluncuran Kartu Prakerja, di Gedung Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Jawa Barat, Kamis (12/3/2020) .
BANDUNG.LENTERAJABAR.COM,-Jawa Barat adalah salah satu dari enam provinsi sebagai lokus meluncurkan kartu pra kerja tahun April mendatang. Lima Daerah lainnya, di antaranya provinsi Kepulauan Riau, Jatim, Banten, Sulawesi Utara dan Provinsi Bali.

Asisten Menteri Tenaga Kerja, Eva Fatimah, dalam Rakor Teknis Program Persiapan Peluncuran Kartu Prakerja mengatakan,kuota kartu pra kerja tahun ini, di Indonesia mencapai 2 juta kartu, 1,5 juta dapat diakses melalui internet.

Demikian hal tersebut diungkapkannya dalam Rakor Teknis Program Persiapan Peluncuran Kartu Prakerja, di Gedung Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Jawa Barat, Kamis (12/3/2020) siang.

Eva menambahkan bahwa program kartu prakerja bukan jaminan terhadap penganggur untuk mendapatkan subsidi dari Pemerintah. Melainkan merupakan kartu untuk meningkatkan kompetensi pemegangnya, karena akan mendapatkan pelatihan hingga memperoleh sertifikat kompeten dari lembaga sertifikasi profesi.

Program Kartu Prakerja yang diluncurkan pemerintah pusat menjadi “energi”   positif  bagi Jawa Barat dalam menanggulangi pengangguran, baik mereka yang  korban  PHK maupun angkatan kerja. Angka pengangguran  di provinsi ini cukup tinggi mencapai 1,9 juta orang  sangat  membutuhkan  pengembangan kompetensi melalui lembaga pelatihan seperti  balai latihan kerja  (BLK)   atau lembaga pelatihan kerja (LPK).

“Kami sangat  mengaharapkan  Kementerian Ketenagakerjaan  memberikan alokasi antara 90 ribu sampai 100 ribu  kartu prakerja  bagi Jabar dari 500 kartu prakarja  secara nasional. Permohonan ini tentunya sangat proporsional lantaran  di sini ada 40 ribu industri, tercatat 90 ribu korban PHK dan 835  kasus  perselisihan hubungan industrial,”  tutur Kepala Disnakertrans Jabar, M.Ade Afriandi didampingi  Sekdisnakertrans, Agus Hanafiah kepada media seusai rakor di kantornya  Jalan Soekarno Hatta Bandung, Kamis  (12/3/2020).

Kepala Disnakertrans Jabar, M.Ade Afriandi didampingi  Sekdisnakertrans, Agus Hanafiah kepada media seusai rakor di kantornya  Jalan Soekarno Hatta Bandung, Kamis  (12/3/2020).
Menurut  Ade, peluncuran Program Kartu Prakerja rencananya diluncurkan April 2020. Dan pihaknya merespons program  yang sepenuhnya dibiayai APBN  tersebut  melalui acara  sosialisasi menghadirkan  para stakeholder dari berbagai  OPD terkait, institusi dari   oraganisasi pekerja dan pengusaha  serta para Kepala Disnaker se Jawa Barat.

Dia mengatakan kuota kartu prakerja Jawa Barat akan dibuat klaster yang tentunya dengan melakukan sinergitas dengan  Disnaker di kab/kota dengan pembagian  untuk korban PHK dan angkatan kerja.  Kartu prakerja ini  merupakan jaminan sertifikasi bagi pemiliknya baik untuk bekerja di perusahaan mauoun bekerja  secara mandiri.

Ditambahkan Ade di pilihnya  Jawa Barat sebagai salah satu lokus  atau tempat untuk peluncuran program Kartu Prakerja. Pertimbanganya  karena  Jabar memiliki jumlah penduduk terbesar di Indonesia hampir 20 % tinggal di wilayah ini, jumlah penganggur  dan  jumlah industri yang banyak pula,pungkas pria yang hobby touring memakai motor ini .(Rie/Red)