.

Legislator Ade Kaca Lakukan Monitoring COVID-19 di Dapil XIV

Ade Kaca,ST Wakil Ketua Fraksi PAN DPRD Jabar yang juga anggota Komisi V
GARUT.LENTERAJABAR.COM,- Ade Kaca Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, yang juga anggota Komisi V, melakukan monitoring selama dua hari terkait kasus virus corona atau covid-19 di daerah pemilihannya  Kabupaten Garut. 

Berbagai lokasi dikunjungi baik Rumah Sakit Umum dan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). "Ya, sekarang anggota DPRD Jawa Barat semuanya melakukan monitoring kasus virus corona di masing-masing daerah pemilihan XIV. Seperti saya di Kabupaten Garut," ucapnya, Sabtu (21/3/2020). 

Legislstor dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini, selama melakukan monitoring, pihaknya masih menemukan antrian panjang yang terjadi di RSUD dr. Slamet Garut. Hal ini justru tidak sesuai dengan anjuran Gubernur dan Presiden RI, dengan adanya edaran menghindari kerumunan orang banyak. 

"Kalau di RS kerap terjadi kerumunan dan antrian. Ini yang harus segera dilakukan pembenahan. 
Penyebab terkontaminasi virus lebih banyak disebabkan dari kerumunan," tutur wakil Ketua Fraksi PAN DPRD Jabar ini. 

Berbeda dengan Puskesmas yang dikunjungi, petugas sudah melakukan antisipasi adanya penyebaran virus corona dengan melakukan pengecekan suhu tubuh. "Puskesmas Haurpanggung misalnya, lokasinya sangat berdekatan dengan Terminal Bis serta dengan pemukiman warga. Petugas disana sigap melakukan pengecekan," ujarnya. 

Selain itu juga, dirinya juga mendapatkan keluhan dengan kurangnya Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis. Untuk itu ia berharap Pemerintah Kabupaten Garut dan Pemrov Jabar segera memberikan bantuan bagi tenaga medis dalam pengadaan APD. 

"APD masih kurang, kita menemukan dibeberapa tempat. APD sangat penting dalam melindungi tenaga medis yang bertugas meberikan pelayanan kesehatan," katanya. 

Hasil monitoring ini, kata Ade Kaca, nantinya akan di bahas di DPRD Provinsi Jawa Barat, termasuk dalam mengantisipasi kebutuhan di bidang kesehatan. "Akan kita bahas di DPRD Jawa Barat, termasuk mendesak Pemprov Jawa Barat untuk segera menyuplai APD ke seluruh RS dan Puskesmas," pungkasnya.(Rie/Red)