.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil Ungkap 7 Warga Positif Terpapar COVID-19

Gubernur  Jawa Barat, Ridwan Kamil
BANDUNG.LENTERAJABAR.COM,-Gubernur  Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan hingga saat ini, terdapat 7 orang warga Jabar yang positif virus corona atau COVID-19. Warga positif COVID-19 tersebut, yakni dari Depok, Cianjur, Kabupaten Bekasi, Kota Bandung dan Cirebon.

Sementara itu, untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada 182 orang, lalu yang dicurigai pola sosialnya ada 706 orang. Selain itu, 28 orang masih menunggu hasil pemeriksaan, dan dinyatakan negatif ada 54 orang.

"Tujuh positif, yakni 2 warga Depok pertama yang kasus pertama dan kedua, 1 dari Kota Bandung, 2 dari Kabupaten Bekasi yang merupakan istri dan anak dari 1 pasien positif corona yang meninggal di Cianjur, dan 1 dari Cirebon yang tengah dirawat di rumah sakit daerah," ungkapnya kepada wartawan di Gedung Pakuan, Jln. Oto Iskandar Dinata, Kota Bandung, Ahad (15/3/2020).

Pihaknya terus melakukan koordinasi melalui Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jawa Barat. Lebih jauh, sejak Sabtu (14/3/2020) melakukan pengecekan tes proaktif virus corona melalui Labkes Jabar, yang berkoordinasi dengan Universitas Padjajaran (Unpad) dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Dikatakannya pemantauan dan tes proaktif dilakukan kepada warga yang perlu diwaspadai, seperti para perawat dan tenaga medik yang merawat pasien positif corona. Juga kepada tenaga kerja asing, termasuk keluarga pasien positif corona. Untuk hasil dari tes proaktif tersebut, membutuhkan waktu empat sampai lima jam, dengan setiap tes nya dilakukan secara dua tahap.

Dengan demikian, dapat merespon lebih cepat terkait langkah selanjutnya. "Mudah-mudahan tidak ada yang positif corona, jika ada yang positif artinya peredaran yang terjadi bukan hanya di orang-orang yang bergejala," katanya.

Emil sapaan akrabnya menuturkan bahwa pihaknya juga akan merilis data sebaran, daerah-daerah mana saja yang dipantau virus corona. Meski berdasarkan data yang diperolehnya, matoritas di Bogor, Depok dan Bekasi untuk di Jawa Barat.

"Memang masih ada titik-titik yang kosong, tapi belum pasti menandakan tidak ada. Ini langkah kami untuk berupaya transparan kepada masyarakat. Titik-titik itu basisnya di tingkat kelurahan sesuai kode etik, dan para lurah dan kepala desa melakukan tindakan eduaksi, preventif dan lain sebagainya," tuturnya.

Terkait Kegiatan Belajar dan Mengajar (KBM), lanjutnya, pihaknya sudah mempersiapkan kurikulum khusus untuk siswa-siswi yang belajar di rumah. Dimana dimulai pada hari Senin (16/3/2020) besok hingga dua pekan mendatang.

Kurikulum belajar di rumah tersebut, dilakukan dengan memanfaatkan teknologi dan media sosial. Sehingga komunikasi antara siswa dan guru tetap berjalan. "Jadi selama dua pekan, bukan libur tapi belajar dirumah. Pemerintah Jawa Barat sudah mempersiapkan kurikulum yang setengahnya tentang virus COVID-19. Sehingga akhirnya anak-anak menjadi agen edukasi," ujarnya.

Pihaknya juga melakukan pemantauan terkait kasus spesifik, seperti Seminar di Kabupaten Bogor yang sebelumnya dihadiri warga positif virus corona. Juga warga Jawa Barat yang menghadiri tabligh akbar di Malaysia. Ia menerangkan bahwa pihaknya kini tengah mengembangkan aplikasi terkait virus corona. Dimana berisi berbagai informasi terbaru dan layanan bagi masyarakat yang menyampaikan informasi terkait virus tersebut. "Kami sangat siap siaga, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir. Dan optimis dengan pola cepat tanggap, teknologi dan koordinasi satu pintu," pungkasnya.(Red/Rel)