Notification

×

Iklan

Iklan

Aparat Pantau Penjualan Masker di Sejumlah Pasar Swalayan di Jabar

Kamis, 05 Maret 2020 | 17:07 WIB Last Updated 2020-03-05T10:07:37Z
Personil Direktorat Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Jabar bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar saat  memantau ketersediaan masker dan hand sanitizer pada sejumlah Supermarket di Jawa Barat.
BANDUNG.LENTERAJABAR.COM,-Permintaan cukup banyak masker dan hand sanitizer sehingga Direktorat Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Jabar bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar melakukan pemantauan  ketersediaan masker dan hand sanitizer pada sejumlah Supermarket di Jawa Barat. Hasilnya, rata-rata mereka kehabisan stok dan belum dikirim kembali oleh penyuplai. 

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Saptono Erlangga, Kamis (5/3/2020) mengatakan, Tim Subdit I/Indagsi Ditreskrimsus Polda Jabar memantau ketersediaan masker dan hand sanitizer di lokasi pertama yaitu Transmart Carrefour Cipadung. Di sana stok masker yang dijual sudah menipis. 

Sedangkan untuk pembelian masker tersebut masih dalam batas kewajaran, karena Transmart menyediakan masker tidak banyak dan masker telah dipesan oleh pihak Transmart kepada penyuplai Wings dan DC. 

"Namun, sampai dengan saat ini masih belum ada pengiriman masker ke Transmart Cipadung dikarenakan stok masker masih kosong dari penyuplai," ucap Erlangga. 

Stok hand sanitizer di Transmart Carrefour Cipadung telah habis sejak 14 Februari 2020. Pasalnya, pembelian konsumen akan hand sanitizer cukup tinggi, sementara ketersediaan stok tidak banyak. Setali tiga uang, stok masker di pusat perbelanjaan berikutnya yaitu Borma Cipadung juga mengalami kekosongan. 

Hal itu dikarenakan, hingga saat ini pihak penyuplai belum juga mengirim stok masker ke toko tersebut. "Untuk pembelian masker selama 3 minggu terakhir cukup meningkat namun stok masker yang disediakan hanya 500 pcs. Masker telah dipesan oleh pihak Borma kepada Suplyer Cahaya Lintas dari daerah Cirebon, namun sampai dengan saat ini Masker belum dikirim kembali oleh Suplyer karena kekosongan stok dari penyuplai," tutur Erlangga. 

Sementara itu, untuk ketersediaan stok hand sanitizer pihak Borma Cipadung pun mengaku tidak memiliki stok dan belum dikirim kembali oleh pihak penyuplai. Konsumen yang membeli Hand sanitizer meningkat selama 1 bulanan terakhir namun stok yang dijual di Borma Cipadung tidak banyak.

Selain di kedua Supermarket tersebut, Erlangga menuturkan Ditreskrimsus Polda Jabar juga melakukan pengecekan ke dua toko selanjutnya. Yaitu, Lotte Grosir Bandung dan Carrefour Kiaracondong. Hasilnya pun sama, keduanya mengaku kehabisan stok masker serta hand sanitizer dan belum mendapatkan kiriman dari para suplayer. 

Erlangga menegaskan, jika terbukti adanya penimbunan masker dan hand sanitizer, pihaknya tidak akan segan-segan untuk melakukan penindakan secara hukum yang berlaku. "Polda Jabar dan jajaran akan melakukan penegakkan hukum dengan tegas bagi para pelaku penimbunan masker dan hand sanitizer serta menyebarkan berita bohong atau hoaks tentang isu virus corona yang dapat meresahkan masyarakat," Pungkasnya.(Rel/Red)

×
Berita Terbaru Update