.

Komisi II DPRD Apresiasi Program DKP Pemdaprov Jabar

Ketua Komisi II  DPRD Provinsi Jawa Barat Rahmat Hidayat Djati  bersama Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan  Pemdaprov  Jafar Ismail dalam acara Forum Perangkat Daerah Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat di  Hotel  Arion Swiss-Belhotel Jalan Otto Iskandardinata No.16 kota Bandung, Rabu (19/2/2020). 
BANDUNG.LENTERAJABAR.COM,- Potensi sektor perikanan di Jawa Barat cukup besar,namun belum di kelola secara maksimal untuk pemenuhan konsumsi masyarakat baik lokal maupun regional .

Untuk itu mitra kerja Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat Dinas  Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat.dalam upaya mencari solusi untuk menjawab persoalan terkait masalah  pembangunan perekonomian di sektor kelautan dan perikanan.

Ketua Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat Rahmat Hidayat Djati  mengatakan pihaknya,berkomitmen untuk mendukung  pembangunan perekonomian di sektor kelautan dan perikanan. dukungan tersebut disampaikan langsung politisi Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB)  ini dalam acara Forum Perangkat Daerah Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat di  Hotel  Arion Swiss-Belhotel Jalan Otto Iskandardinata No.16 kota Bandung, Rabu (19/2/2020). 

Rahmat  menyatakan, pihaknya mengapresiasi program-program yang telah dan tengah dilakukan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat. “Program yang ada sudah sangat baik sehingga perlu ditinggkatkan, walaupun tetap harus ada sinkronisasi” tutur wakil rakyat daerah pemilihan (dapil) X Jabar meliputi Kabupaten Kawarang dan Purwakarta ini.

Disamping itu pihaknya pun memberikan beberapa catatan, diantaranya terkait terjadinya perubahan regulasi oleh pemerintah pusat yang akan berpengaruh kepada sektor kelautan dan perikanan di daerah.Selain itu Rahmat menjelaskan, permasalahan kurangnya SDM di sektor kelautan dan perikanan karena terjadinya ketidak seimbangan jumlah beban pegawai di perangkat kelautan dan perikanan.

Ditambahkan politisi berlambang bintang sembilan ini,hal lain yang menjadi catatan  adalah,mempersiapkan sarana dan prasarana infrastruktur berbasis teknologi. Langkah ini perlu dilakukan sebagai upaya mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim, dimana sektor perikanan menjadi sumber utama perekonomian masyarakat,pungkas pria kelahiran Karawang 7 April 1979 ini.(Rie/Red)