.

Kadisdik Jabar wi Sartika Resmikan “Kantin Sehat” di Lingkungan Sekolah

Kadisdik Jabar Dewi Sartika(kiri) bersama Kepala Sekola SMA 10 Ade Suryaman (berpeci) kiri saat meresmikan kantin sehat di SMAN 10 Bandung, Jln. Cikutra No.77, Kota Bandung, Selasa (18/2/2020).
BANDUNG.LENTERAJABAR.COM,- Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat (Jabar), Dewi Sartika meresmikan “Kantin Sehat” di lingkungan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 10 Bandung. Selain mengapresiasi pembangunan kantin yang dicanangkan sekolah, Kadisdik juga mengimbau keberadaan kantin sehat ini harus ditunjang makanan sehat bagi siswa.

“Anak-anak di Jabar kekurangan konsumsi sayur. Saya sudah pesan kepada kepala sekolah, makanan yang disajikan harus diperbanyak sayuran. Bukan makanan cepat saji yang mengandung banyak zat pengawet dan pewarna,” ungkapnya saat ditemui usai meresmikan kantin sehat di SMAN 10 Bandung, Jln. Cikutra No.77, Kota Bandung, Selasa (18/2/2020).

Bukan tanpa alasan mengapa Kadisdik menekankan hal tersebut. Berdasarkan data Southeast Asian Food and Agriculture Science and Technology (SEAFAST) Center Institut Pertanian Bogor (IPB), konsumsi sayuran dan buah-buahan masyarakat Indonesia masih rendah, hanya 180 gram/kapita/tahun. Jumlah tersebut masih di bawah standar Organisasi Pangan Dunia (FAO) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni 400 gram/kapita/hari.

Sama dengan data yang dihimpun oleh Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Jabar. Dilansir dari tabloidsinartani.com, konsumsi sayur di Jabar per tahun hanya 42 kg/kapita/tahun. Sedangkan standar WHO dan FAO adalah 78 kg/kapita/tahun. “Pemenuhan gizi anak itu penting,” tegas Kadisdik.

Selain itu, lanjutnya, halaman/lingkungan sekolah yang luas juga bisa dimanfaatkan untuk membuat kebun tanaman hidroponik. “Jadi, bisa menghasilkan sayuran sendiri di sekolah,” tambahnya.

Melalui kantin, Kadisdik berpesan kepada manajemen sekolah untuk bisa menyejahterakan masyarakat di lingkungan sekolah. Sehingga, harus ada regulasi dan ketentuan yang dibuat agar tujuan tersebut dapat tercapai.

Sementara itu, Kepala SMAN 10 Bandung, Ade Suryaman  mengatakan, keberadaan kantin sehat tersebut merupakan upaya sekolah untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan. “Sekolah adalah rumah kedua bagi siswa. Kita ingin menciptakan lingkungan yang nyaman bagi peserta didik,” ungkapnya.

Total ada 15 ruangan/kantin yang telah mulai beroperasi. Menurut Ade, pembangunan tersebut tak lepas dari peran orang tua sekolah melalui dukungan komite sekolah dan ikatan alumni. “Alhamdulillah, semuanya didukung oleh para alumni dan orang tua,” tambahnya.

Salah seorang siswa, Andri Hermawan mengaku senang sekolahnya meresmikan kantin sehat. “Ini penting sekali karena kebersihan mencirikan sekolah yang disiplin dan baik. Kita juga harus menjaga lingkungan sekolah agar bersih,” tutur siswa kelas X tersebut.(Red/Hms)