.

Pemprov Jabar Harus Miliki Helikopter Dalam Upaya Dukung Penangganan Bencana

BANDUNG.LENTERAJABAR.COM,- Jawa Barat memiliki luas dan besarnya wilayah yang mana di daerah ini mayoritas termasuk daerah  rawan bencana alam. Dalam upaya mendukung mobilitas penanganan bencana di butuhkan moda transfortasi yang cepat untuk mencapai titik lokasi bencana.

Menyikapi hal tersebut Dewan Barat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat mendorong pengadaan helikopter untuk tanggap darurat kebencanaan bagi Pemprov Jawa Barat. Hal tersebut, karena sulitnya mengakses daerah terdampak bencana, serta luasnya wilayah Jawa Barat.

Ketua DPRD Jawa Barat, Taufik Hidayat mengatakan, bahwa menjadi pertimbangan akan usulan pembelian helikopter tersebut, melihat pada peristiwa bencana alam yang terjadi bersamaan di sejumlah wilayah di Jawa Barat.

"Contohnya dengan bencana sekaligus. Jadi tidak bisa dengan mobil dan nanti itu juga bisa digunakan kalau disahkan. Kalaupun jadi, itu bukan hanya untuk bencana saja, karena Jawa Barat ini daerah yang paling luas," ungkapnya usai rapat Paripurna di Gedung DPRD Jawa Barat, Jln. Dipenogoro no 27, Kota Bandung, Senin, (6/1/2020).

Walau demikian, menurutnya wacana tersebut akan dibahas lebih jauh. Terkait urgensi, Provinsi Jawa Barat membutuhkan helikopter atau tidak.

"Logikanya itu bagus atau tidak. Inikan baru usulan, nanti kalau misalnya itu untuk menguntungkan rakyat Jawa Barat, mengapa tidak. Nantikan kita gulirkan (wacana pembelian helikopter) juga untuk rakyat Jawa Barat," jelas politisi partai berlambang burung garuda ini.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menerangkan jika rakyat menganggap pembelian helikopter perlu atau tidak, pihaknya akan mengikuti saja.

"Kita lihat saja dalam pembahasannya. Itukan usulan dewan ya, bukan dari  Gubernur. Nanti takut keliru tafsirnya," ujarnya.

Emil menuturkan jika terjadi bencana alam bersamaan di wilayah Jawa Barat yang sangat luas, sangat sulit untuk untuk mencapai lokasi terdampak. Selain jarak yang cukup jauh, belum lagi beberapa wilayah yang terisolir dan sangat sulit untuk mengaksesnya. 

Ia pun mencontohkan, saat tanggap bencana di beberapa wilayah Jawa Barat, yang terpaksa membagi tugas karena kondisi dan lokasi yang berjauhan.

"Kemarin saya membagi-bagi tugas. Saya kemana, pak sekda kemana, pak wagub kemana. Pak wagub juga terkendala longsor waktu ke gunung," pungkasnya.(Rie/Red)