.

Pembukaan Masa Sidang 2020 DPRD Jabar,Mencuat Wacana Pembelian Helikopter

Keterangan foto : politisi senior partai Demokat,Irfan Suryanagara saat menyanpaikan instrupsi
BANDUNG.LENTERAJABAR.COM,- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat mengelar Sidang Paripurna Pembukaan Masa  Persidangan Tahun 2019-2020 di Gedung DPRD Jabar, Jl. Diponegoro no 27 kota Bandung, Senin (6/1/2020).

Ada hal menarik pada paripurna di awal tahun 2020 ini karena anggota Fraksi Partai Demokrat, Irfan Suryanagara menyampaikan interupi saat Sidang Paripurna berjalan sebagai apresiasi respon positif Pemprov Jawa Barat yang langsung ke lapangan meninjau lokasi dampak bencana yang sedang terjadi.

“Saya apresiasi Gubenur yang segera meluncur ke lokasi bencana di Depok, Bekasi, Bogor dan Karawang. Walaupun kedatangan sahabat Gubernur tentunya sangat diharapkan oleh masyarakat terdampak bencana,” kata Irfan.

Melihat banyaknya titik-titik bencana, Irfan menilai ada kendala bagi pemerintah untuk menjangkau warga terdampak melalui transportasi darat.

“Kami berharap Pemprov Jabar bekerja maksimal untuk penanggulangan bencana di Jawa Barat. Masalah Gubernur terkendala jadwal dilapangan, silahkan dipikirkan moda transportasi apa yang bisa mempercepat Gubernur datang ke rakyat,”tutur politisi senior partai Demokrat ini.

Dalam upaya menunjang kinerja pemerintah daerah provinsi Jabar dalam meningkatkan mobilitas tercetus  wacana pembelian helikopter .

Interupsi Irfan ditanggapi oleh Ketua DPRD Jawa Barat, Taufik Hidayat. “Saya paham maksud Pak Irfan, seperti harus ada helikopter untuk Gubernur supaya mudah menjangkau daerah bencana yang aksesnya sulit ditembus melalui darat,” katanya.

Apalagi Jawa Barat memiliki wilayah sangat luas dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia. Jika banyak yang menyetujui, Taufik meminta agar helikopter itu tak hanya berfungsi saat bencana terjadi. Hal tersebut akan dibahas lebih mendalam,papar legislator daerah pemilihan Sumedang-Majalengka-Subang ( SMS ) ini.

“Kalau pembahasan nanti secara logika bagus atau tidak dan mendapat dukungan banyak serta menguntungkan bagi rakyat Jawa Barat ya mengapa tidak. Nanti akan kita gulirkan juga untuk rakyat perlu atau tidaknya, kalo perlu ya oke, kalau tidakkan bisa dialihkan ke hal lain. Kita musyawarah mufakat,” pungkas Taufik politisi partai Gerindra ini.(Rie/Red)