.

Menuju Jabar Juara Reformasi Birokrasi

BANDUNG.LENTERAJABAR.COM, -- Pelantikan 673 pejabat administrator, pengawas, dan fungsional di Sabuga, Kota Bandung, Jumat (10/1/20), merupakan salah satu upaya Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat merealisasikan Jabar Juara Reformasi Birokrasi. 

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jabar Yerry Yanuar menyatakan, promosi dan mutasi telah melalui pertimbangan matang dan dilakukan secara objektif. Sebab, tujuan dari hal tersebut adalah mengakselerasi pembangunan di Jabar. 

“Bapak Gubernur (Ridwan Kamil) memang orientasinya kepada hasil. Bagaimana kinerja aparaturnya lebih ngabret. Ingin memiliki kapasitas pegawainya yang cukup baik, terutama terkait kinerja. Perpindahan ini pun mengacu ke beberapa ukuran, (yakni) peer review,” kata Yerry. 

“Kami punya parameter (yakni) peer review dan asesmen, ada uji kompetensi juga. Itu digabungkan jadi ranking. Ini salah satu upaya untuk se-objektif mungkin mempromosikan orang. Jadi kalau ada yang nitip-nitip, mohon maaf, bisa dibuka (penilaiannya),” tambahnya.

Peer review sendiri merupakan metode penilaian, yang mana Aparatur Sipil Negara (ASN) memberikan pandangan terkait kinerja atasan, bawahan, maupun kolega. Maka itu, kata Yerry, promosi dan mutasi di lingkungan Pemda Provinsi Jabar berlangsung dengan objektif. 

“Nanti akan ada TRK (Tunjangan Remunerasi Kinerja). Itu menjadi penilaian aparatur untuk promosi maupun rotasi. TRK itu TPP (Tunjangan Penghasilan Pegawai) untuk keadilan. Sekarang (besaran TPP) ada ukuran, yang baik dapat lebih baik,” ucapnya. 

Guna mewujudkan Jabar Juara Reformasi Birokrasi, Pemda Provinsi Jabar terus memperbaiki Merit Sistem atau kebijakan dan manajemen ASN berdasarkan pada kualifikasi, kompetensi, dan kinerja secara adil dan wajar tanpa membedakan demografi serta kondisi fisik.

“Sekarang itu kami ingin menuju Merit Sistem. Jabar termasuk lima provinsi yang dapat nilai kategori 3/baik untuk Merit Sistem, dari 34 (provinsi). Kami akan lakukan asesmen. (Dengan begitu), pegawai kita akan lebih memiliki kompetensi,” kata Yerry.

Yerry pun berharap dengan penerapan sejumlah penilaian tersebut, ASN lain terpacu untuk berinovasi, menjaga integritas, melayani masyarakat dengan sebaik mungkin, dan menjunjung tinggi profesionalisme. Hal itu sesuai dengan arahan Gubernur Jabar Ridwan Kamil. 

“Jadi kami berharap mereka (yang dilantik hari ini) akan menjadi agent of change di lingkungan mereka dengan tiga hal tadi: integritas, melayani dengan hati, dan profesionalisme,” pungkasnya .(Rel/Rie)