.

Disnakertrans Melalui UPTD BLK Mandiri Berikan Pelatihan Keterampilan Tekan Penganguran

PANGANDARAN,LENTERAJABAR.COM,- Dalam upaya menekan jumlah pengangguran terbuka di pedesaan Dinas tenaga kerja dan transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Barat  melalui  UPTD BLK Mandiri memberikan pelatihan kepada 30 milenial warga desa Cimerak dan Sukajaya dilatih keterampilan Kuliner dan Las Listrik Dasar , Sabtu (7/12/2019).

Kepala UPTD BLK Mandiri Disnakertrans Jabar Ujang Kusyadi mengatakan ,“Pelatihan ini untuk peningkatan SDM , berlangsung selama empat hari, hari ini adalah hari penutupan pelatihannya,” ungkapnya  kata media di sela-sela kegiatan di balai desa Cimerak Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran , Sabtu.

Lebih lanjut dikatakan Ujang, sepanjang tahun anggaran 2019 ini jumlah milenial yang sudah dilatih dalam kegiatan bertajuk mobile training unit (MTU) jumlahnya sebanyak 450 orang,tuturnya seraya menambahkan satu angkatan 30 orang, dan ini adalah angkatan ke 15. Jadi yang sudah dilatih las listrik dasar dan kuliner jumlahnya 450 orang,terangnya.

Ke-450 milenial tersebut tidak hanya dilatih ilmu dasar, tetapi juga dilanjutkan dengan pelatihan managemen usaha dan managemen pemasaran.

“Yang tidak kalah pentingnya, siswa juga diberikan pendampingan usaha melalui badan usaha milik desa,” kata dia. Selain itu, mereka juga diberikan peralatan kerja.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Industri dan Transmigrasi Kabupaten Pangandaran Sobar Sugema berterimakasih karena warganya sudah diberikan pelatihan. Untuk itu diharapkan, siswa MTU nantinya nantinya bisa menjadi wirausaha mandiri.

“Pesan saya. Peralatan kerja yang sudah didapat, jangan dijual. Manfaatkan ilmu yang sudah didapat dari MTU untuk menjadi bekal hidup, menjadi wirausaha sukses,” pesan dia.

Sementara itu Kadisnakertrans Jabar Mochamad Ade Afriandi mengatakan sebagai daerah otomoni baru (DOB) banyak hal yang harus dilakukan Pangandaran, untuk itu, menjadi kewajiban Pemerintah Provinsi untuk membantunya.

“Agar Pangandaran bisa mengejar ketertinggalannya, tumbuh dan berkembang bersama, seiring dan sejalan dengan kabupaten kota lainnya,” katanya.

Untuk itulah, sebagaimana potensi yang dimilikinya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil telah menetapkan Pangandaran sebagai Bali Baru, tujuan wisata, domestik maupun mancanegara.“Itulah makanya, SDM Pangandaran harus disiapkan. Agar masyarakatnya siap,” kata dia.

Hal yang sama, dahulu juga pernah dilakukan Pemprov Bali. “Itu makanya, warganya siap. Dan Pariwisata Bali sampai sekarang tetap berkibar,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan Ade sapaan akrab pria berkacamata ini,Provinsi Jawa Barat merupakan provinsi di Indonesia yang memiliki jumlah penduduk terbanyak, yakni  ± 50 juta jiwa dengan rasion presentasi sebesar  20% dari jumlah total penduduk Indonesia . Dengan banyaknya jumlah penduduk ini ,memberika konsekuensi logis timbulnya berbagai permaslahan ,termasuk pada aspek ketenagakerjaan .

Berdasarkan data BPS bulan Agustus 2019 , Jabar memiliki jumlah angkatan kerja sebanyak 23,80 juta orang dengan rincian sebanyak 21,99 juta orang penduduk yang bekerja adan sebanyak   1,90 juta orang menganggur .

Adapun persentase tingkat pengangguran terbuka(TPT) di Jabar untuk Agustus 2019 adalah sebesar 7,99%. Angaka tingkat pengangguran  terbuka di Jabar ini nilainya lebih tinggi dari persentase tara-rata nasional .

Tingginya angka pengangguran di Jabar mejadi salah satu fokus utama yang harus yang harus di selesaikan dalam periode kepemimpinan  Ridwan  Kamil dan Uu  Ruzhanul Ulum. Oleh karena itu , gubernur Jabar dalam dalam periode kepemimpinan 2018-2023,merumuskan 35 Indikator kinerja Utama (IKU).

Salah satunya adalah menekan angka tingkat pengangguran terbuka (TPT) dari 8,22 % di tahun 2018 mejadi  7,1% pada tahun 2023.Oleh karena itu Dinas Tenaga Kerja  dan Transmigrasi Provinsi Daerah Jawa Barat telah melakukan berbagai upaya dan telah merilis action Plan  serta program utama  untuk menangani permasalahan ketenagakerjaan dan ketransmigrasian di provinsi Jabar .

Disnakertrans Jabar memiliki 6 Action Plan, diantaranya adalah optimalisasi dewan pengupahan, optimalisasi peran pengawas dan hubungan industrial , optimalisasi fungsi Balai Latihan Kerja , optimalisasi Mobile Training Unit , Upgranding Layanan IT dan Optimalisasi Demo Creative Labour

Khusus untuk optimalisasi Mobile Training Unit,Disnakertrans Jabar telah melakukan berbagai upaya
optimalisasi layanan  Mobile Training Unit,termasuk didalamnya penyempurnaan kurikulum,metode pelatihan,rekrutmen,pemetaan potensi,sertastategi pembentukan kelompok usaha yang akan dikerjasamakan dengan Bumdesa di masing-masing Desa , yang pada akhirnya dapat menjadi sebuah unit usaha desa,atau yang di sebut sebagai One Village One Company (OVOC).

Pelatihan kerja mandiri melaui mobile training unit (MTU) Angkatan XV di Kabupaten Pangandaran ini adalah realisasi dari Action Plan dan Program Utama Disnakertrans Jabar untuk menekan angka pengangguran di desa,pelatihan ini di tujukan bagai para pencari kerja desa Cimerak  dan Sukajaya Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran yang ingin menjadi pekerja mandiri/wirausahawan .

Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan dilaksanakan selama 5 hari dengan kejuruan las listrik dasar dan olahan hasil pertanian (kuliner). Kejuruan tersebut dipilih berdasarkan hasil analisis potensi dan minat dari peserta.Peserta yang mengikuti kegiatan pelatihan ini berjumlah 30 orang.Peserta pelatihan merupakan para pemuda-pemudi terbaik berusia 18 S/d 40 tahun yang belum memiliki kesempatan kerja dan memiliki tekad untuk menjadai seorang wirausahawan.

Pada hari terakhir kegiatan pelatihan ,para peserta ini telah di bentuk menjadi kelompok usaha dan diberi stimulus berupa alat kerja/usaha,untuk kelompok usaha las listrik dasar diberikan bantuan mesin las dan perangkat pendukung lainnya.Sedangkan kelompok usaha kuliner diberikan oven,kompor dan perangkat pendukung lainnya.

Kelompok usaha ini akan didampingi aktivitas uasahanya oleh para pendamping desa harus mampu membantu komunikasi bisnis antara kelompok usaha dengan Bumdesa,sehingga diharapkan adanya bentuk kerjasama (business process) antara Bumdesa dengan kelompok usaha hasil bentukan Disnakertrans Jabar.

Kelompok -kelompok usaha ini lah yang akan diharapkan dapat menjadi sebuah Start Up Company yang pada akhirnya dapat menjadi sebuah company di desa dan dapat menyerap tenaga kerja serta memperbaiki perekonomian warga desa. 

Selain mendapatkan pelatihan teknis dan soft skills,para peserta juga mendapatkan materi tentang cara memasarkan produk secara online.Sesuai dengan program utama Disnakertrans Jabar , yakni milenial Juara , Disnakertrans Jabar melalui BLKM Jabar telah membuat modul tentang pemasran produk secara online,yakni modul DMS (Digital Marketing  Stategy ).

Modul tersebut disusun bekerjasama dengan Temo Media Group dan Digoital Marketing Community. Modul tersebut disusun sesuai dengan kebutuhan para Start Up Company  di desa yang ingin Go-Online . Selain modul digital Marketing  Stategy ,Disnakertrans juga memiliki unit mobil internet keliling yang bisa dimanfaatkan oleh para peserta pelatihan  MTU untuk mencoba mengfaplikasikan materi yang didapat .

Kami berharap para peserta pelatihan ini selain memiliki keterampilan teknis membuat membuat produk namun juga memiliki kemapuan untuk memasarkan produknya secara online .Pada akhirnya ,para pemuda desa ini diharapkan menjadi Founder od Start Up Company yang adaptif terhadap era teknologi 4.0.,Pungkas Mochamad Ade Afriandi alumni APDN ini.(Rie/Red)