Notification

×

Iklan

Iklan

Kepala UPTD BLK Mandiri Disnakertrans Jabar, Ujang Kusyadi : Tahun 2019 Ada 15 Angkatan Pelatihan

Jumat, 04 Oktober 2019 | 09:00 WIB Last Updated 2019-10-07T04:45:11Z

BANDUNG,LENTERAJABAR.COM,-Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi  Jawa Barat (Jabar) .Dalam upaya untuk menekan angka pengangguran di Jabar terus berupaya melakukan inovasi dan terobosan-terobosan untuk membuka peluang usaha atau kerja bagi angkatan kerja usia produktif.  
Melalui Program Hiring Hall Desanya (Hade) diharapkan keberhasilan Smart Nakertrans  Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi  Jawa Barat .Dapat melahirkan pelaku usaha dan wirausaha mandiri ini,tidak lepas dari keberadaan Balai Latihan Kerja (BLK) Mandiri yang menjadi ujung tombak pelaksanaan pelatihan kerja mandiri warga desa, di tempat mereka sendiri.Seperti daerah yang memiliki potensi wisata maka akan di latih tentang kepariwisataan berupa manajemen homestay dan cafe.Bila daerah itu memiliki potensi sumber hasil perkebunan maka akan di buat makanan olahan khas daerah tersebut.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Latihan Kerja (BLK) Mandiri Disnakertrans Jabar, Ujang Kusyadi menyebutkan, “Tahun ini ada 15 angkatan pelatihan  MTU. Sampai saat ini baru 10 kegiatan, sehingga masih ada  lima lagi kegiatan, sementara terkait dengan adanya pengurangan anggaran hingga Rp.  17, 4 Miliar pada anggaran  Disnakertrans, Ujang mengungkapkan kemungkinan    untuk  tahun 2020  jumlah pelatihan ini akan berkurang.” paparnya.
Saat ditanya media terkait mengenai tempat pelaksanaan dan rekrutmen peserta, disebutkan Ujang, yang rekrut peserta adalah bagian penempatan,  bina penta disnaker,dengan usulan dari desa, yang direkomendasikan oleh kabupaten, usulan dilakukan  3-4 bulan sebelum pelaksanaan,jelasnya kepada wartawan di sela-sela kegiatan pelatihan di desa Neglawangi Kec.Kertasari Kabupaten Bandung Kamis (3/10/2019).
Lebih lanjut dikatakannya mengenai lokasi pelatihan disebutkan Ujang tidak semua kabupaten terjangkau dengan desa-desanya, apalagi kabupaten itu arahnya kepada kompetensi yang ada di desanya, penempatannya nggak langsung ke lokasi, gitu, sedangkan kebanyakan disini (neglawangi) warganya tidak bisa meninggalkan desa berlama-lama.
Terkait potensi untuk warga Desa Neglawangi ini, pelatihan kuliner dilaksanakan didasarkan hasil alam atau perkebunan yang dimiliki warga desa Neglawangi sebagai  desa penghasil teh dan kentang,untuk itu kuliner olahan makanan sesuai dengan potensi yang ada, dari kentang, kripik, donat, bolu kentang, teh krispi (cemilan),pungkas pria berkacamata ini.(Red/Ari)

×
Berita Terbaru Update