.

Kadisdik Jabar : Tingkatkan Kesehatan Gizi Siswa dengan Mengonsumsi Pangan Lokal

BANDUNG,LENTERAJABAR.COM,-Nutrisi yang baik tentunya akan mempengaruhi daya ingat siswa dalam mencerna mata pelajaran yang di berikan guru dalam proses belajar,untuk itu asupan gizi dan nutrisi sangat penting bagi para pelajar.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat, Dewi Sartika mengimbau seluruh masyarakat agar mengonsumsi produk pangan lokal. Selain dapat meningkatkan kesejahteraan petani, juga memanfaatkan potensi pangan nasional yang melimpah.

Kadisdik memaparkan, Indonesia merupakan negara nomor 2 di dunia yang memiliki keanekaragaman hayati. Yakni, memiliki 228 jenis sayuran, 389 jenis buah-buahan, 26 jenis kacang-kacangan, 110 jenis rempah dan bumbu, 40 jenis bahan minuman, 72 jenis protein, dan 77 jenis karbohidrat.

"Dengan potensi sebesar ini, ketahanan dan kedaulatan pangan niscaya akan tercapai," ujar Dewi Sartika dalam "Workshop Edukasi Gizi dan Keamanan Pangan untuk Mendukung Prestasi Siswa" di Aula Kihajar Dewantara, Kantor Disdik Jabar, Jln. Dr. Radjiman, Kota Bandung, Selasa (8/10/2019).

Lebih lanjut dikatakan Ike sapaan akrab Kadisdik yang pernah menjabat Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jabar tahun 2013-2016 ini menegaskan, mengonsumsi pangan lokal merupakan salah satu upaya bela negara. "Bela negara itu bukan dengan perang, tapi dengan membeli produk pangan lokal Indonesia,"jelasnya.

Untuk itu Ike mengajak seluruh keluarga, khususnya di Jabar agar mampu menanamkan empat pilar gizi seimbang. Yaitu, mengonsumsi beraneka ragam pangan, membiasakan perilaku hidup bersih, melakukan aktivitas fisik, dan membantu berat badan secara teratur untuk mempertahankan berat normal.

Ditambahkannya hal tersebut,akan berdampak positif bagi pertumbuhan anak. "Kebutuhan anak-anak harus disesuaikan dan seimbang karena akan berdampak pada prestasi dan kecerdasan anak," terangnya.

Dewi Sartika juga mengimbau seluruh penyelenggara pendidikan di sekolah agar mampu menciptakan sekolah ramah anak yang bisa memerhatikan kesehatan anak. "Sekolah harus memfasilitasi tempat untuk mencuci tangan bagi siswa, bahkan menyediakan air minum di setiap kelas agar siswa tidak kekurangan minum,"pungkasnya.(Ari/Rel)