Notification

×

Iklan

Iklan

Cirebon Gelar Kirab Budaya dan Doa Bersama Menyambut Pileg & Pilpres

Minggu, 24 Maret 2019 | 08:33 WIB Last Updated 2019-03-25T01:33:54Z
CIREBON,LENTERAJABAR.COM,- Menjelang pelaksanaan pesta demokrasi pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan legislatif (pileg)  pada tanggal 17 April 2091 mendatang ,seluruh komponen bangsa diharapkan ikut mensukseskan dan menjaga kondusifitas hajatan politik lima tahunan tersebut.

Pileg dan pilpres alat untuk mewujudkan persatuan bangsa,karena pesta demokrasi memilih pemimpin yang akan membawa mandat yang tertuang dalam UU serta menjaga persatuan Negara Republik Indonesia.

Demikian hal tersebut mengemuka pada acara kirab budaya dan doa perdamaian yang digelar masyarakat multietnis di Keraton Kacirebonan hingga Keraton Kasepuhan. Hadir pada acara tersebut Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati, Sultan Sepuh Kasepuhan XIV, PRA Arief Natadiningrat, SE, dan ribuan masyarakat Cirebon.Sabtu (23/3/2019)

Menurut Eti,“Moment bersejarah ini, menandai bukti semangat baru kita. Untuk menyatukan diri dalam harmoni kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara dalam bingkai kesatuan NKRI, Bhineka Tunggal Ika dan berpancasila,” tuturnya.

Ditambahkan orang nomor dua di pemkot Cirebon ini  mengatakan, seruan perdamaian dari Cirebon untuk Indonesia damai dalam bingkai persatuan. Kegiatan ini tidak memihak satu golongan atau partai apapun tapi justeru mempersatukan semua komponen bangsa.

“Secara khusus saya menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang tinggi atas penyelanggaraan acara ini. Terima kasih tak terhingga kepada Sultan Sepuh ke XIV Keraton Kasepuhan, Sultan Kanoman, Sultan Kecirebonan, tokoh agama, pemuka agama, TNI/Polri, panitia sedulur kabeh, lintas agama dan semua komponen masyarakat,” pungkas Eti.

Sementara Sultan Arief mengatakan Cirebon itu berasal dari multi etnis dan begitu pula Indonesia. Sejak jaman Sunan Gunung Jati semua itu bersatu padu dan saling menghargai sehingga membentuk pemerintahan dan hubungan masyarakat yang harmonis.

“Hal itu terlihat dari ragam hias seperti bentuk arsitektur, batik, makanan dan lainnya. Kita memang multi etnis dan justru meyakini untuk bersatu saling berdampingan. Kegiatan ini kembali mengokohkan kembali jika Cirebon dan Indonesia itu damai,” ujar Sultan Arief.

Sementara Ketua Pelaksana Kegiatan, Drs. Yohanes Mulyadi mengatakan  belakangan karena kegiatan Pemilihan Umum 2019 memang terasa menghangat. Banyak terjadi ujaran kebencian, hoak atau kegiatan lain yang negative sehingga memudarkan perdamaian.

Menurutnya diharapkan melalui kegiatan ini, Cirebon mewujudkan kedamaian untuk Indonesia. Peserta datang dari berbagai kalangan dan wilayah baik Cirebon, Kuningan, Indramayu, Majalengka, Karawang, Bandung dan lainnya,”pungkasnya.(CRB/ RED)
×
Berita Terbaru Update