Notification

×

Iklan

Iklan

Jumat, 09 Februari 2018 | 17:31 WIB Last Updated 2018-02-09T10:31:21Z
BANDUNG,LENTERAJABAR.COM-Program yang dibuat serta dijalankan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jawa Barat patut di apresiasi,menginggat lembaga non wiralaba ini terus berupaya memberikan kesejahteraan bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). Salah satu upayanya ialah memberikan pembekalan keterampilan kepada mereka di bidang fesyen.
Hal itu disampaikan Ketua P2TP2A Provinsi Jawa Barat, Netty Prasetyani Heryawan dalam acara Kajian Perdana Komunitas Saung Perceka (Perempuan Cekatan dan Berkarya)  "Perempuan Cantik Luar Dalam" di Jalan Surapati, Bandung, Jumat (9/2/2018).
"Produknya kita ingin orang-orang penyandang masalah kesejahteraan sosial ini bisa mendapatkan kesempatan dan memiliki keterampilan," katanya.
Menurut Netty melalui Saung Penceka, para PMKS sudah seharusnya diberdayakan secara ekonomi. Seperti diberikan pelatihan menjahit  atau keterampilan lain di bidang fashion. "Oleh karena itu Komunitas Saung Perceka diharapkan dapat memberikan pelatihan kepada para korban," ungkapnya.
Dia melihat di Jawa Barat sangat banyak sekali komunitas yang bergerak di dunia fashion. P2TP2A akan merangkul komunitas tersebut agar bisa ikut berperan dalam pemberdayaan masyarakat.
"Melihat potensi Jabar luar biasa ada ikatan perancangan busana muslim, ada komunitas fesyen dsb banyak sekali orang-orang yang menorehkan prestasi di bidangnya masing-masing. Saya pikir mereka perlu direkatkan dan kedepan saya ingin pemberdayaan ekonomi ini ada yang berbasis masyarakat sebagai syarat pembangunan partisipatif," tambahnya.
Netty berharap, melalui Komunitas Suang Penceka kedepannya ada pelatihan dan pemagangan buat mereka yang kurang beruntung. Misalnya ada orang yang sudah dilatih menjahit, lalu bisa ditempatkan magang di tempat perancangan busana muslim.
"Sebagian korban trafficking bisa dilatih dan bekerja di perusahaan. Kita berusaha bagaimana korban ini tidak jadi korban untuk yang kedua kalinya," ucapnya.
Istri Gubernur Jawa Barat ini menuturkan, pelatihan keterampilan kepada para korban ini akan dilakukan oleh para perempuan pengusaha yang menjadi anggota Komunitas Saung Perceka. Berbagai pelatihan dan pemagangan ini juga mencakup keterampilan menjahit, membuat kue, membuat kerajinan, dan sebagainya. 
Adapun komunitas perempuan yang tergabung sebagai anggota Saung Perceka ini sebut saja IWAPI, Komunitas Cinta Berkain, dan Komunitas Crafter.(Red/Rls)
×
Berita Terbaru Update