BANDUNG,LENTERAJABAR.COM – Pernyataan Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto yang menyebut kinerja Wali Kota Bandung masih jauh di bawah Wali Kota Bogor, Bima Arya dan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.
Pernyataan Penilaian tersebut didasari Hasto dari kajian PDIP yang telah membentuk tim kajian kecil untuk menilai kinerja beberapa pemimpin daerah seperti Bima Arya di Kota Bogor, Walikota Semarang Hendrar Prihadi, Bupati Bantaeng (Sulawesi Selatan) Prof Nurdin Abdullah, dan Tri Rismaharini di Surabaya.
Atas pernyataan tersebut ,Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menanggapi dengan mempertanyakan pernyataan dari Sekjen PDIP tersebut. Emil justru menanyakan atas dasar ukuran apa Hasto menilai seperti itu.
Lebih lanjut dikatakan Kang Emil sapaan akrab pria berkacamata ini,iya coba sebutkan ukurannya apa? Sebutkan aspek pembangunannya. Jika ingin membuat pernyataan itu harus dengan data. Ayo sekarang mau membandingkan apanya, dari indeks pembangunan manusia kami lebih tinggi dari Kota Bogor dan Surabaya, pertumbuhan ekonomi kami mendekati 8 persen lebih bagus dari kedua kota itu,papar Calon Gubernur Jabar yang diusung partai Nasdem,PKB,PPP dan Golkar ini.
Menurut Emil,dan satu-satunya kota yang kinerja birokrasinya A itu ya Kota Bandung. Jadi, apanya yang disebut baik lebih baik,jelasnya seraya menyebut dalam politik pernyataan tersebut hanyalah tafsir subjektif,tuturnya kepada wartawan di Balai Kota jalan Wastukencana no 2 kota Bandung, Selasa (31/10/2017).
Ditambahkan Emil juga meminta untuk mengungkapkan sesuatu itu mesti dengan data-data bukan persepsi. Sebab, menurutnya tingkat kepercayaan publik sangat tinggi kepadanya dalam memimpin Kota Bandung.
"Silakan saja mengomentari dan saya apresiasi. Tapi, kalau diskusi dengan saya bawalah data,"ujar dia yang merasa pernyataan Hasto konteksnya dalam Pilgub. (Red/Hms)
Pernyataan Penilaian tersebut didasari Hasto dari kajian PDIP yang telah membentuk tim kajian kecil untuk menilai kinerja beberapa pemimpin daerah seperti Bima Arya di Kota Bogor, Walikota Semarang Hendrar Prihadi, Bupati Bantaeng (Sulawesi Selatan) Prof Nurdin Abdullah, dan Tri Rismaharini di Surabaya.
Atas pernyataan tersebut ,Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menanggapi dengan mempertanyakan pernyataan dari Sekjen PDIP tersebut. Emil justru menanyakan atas dasar ukuran apa Hasto menilai seperti itu.
Lebih lanjut dikatakan Kang Emil sapaan akrab pria berkacamata ini,iya coba sebutkan ukurannya apa? Sebutkan aspek pembangunannya. Jika ingin membuat pernyataan itu harus dengan data. Ayo sekarang mau membandingkan apanya, dari indeks pembangunan manusia kami lebih tinggi dari Kota Bogor dan Surabaya, pertumbuhan ekonomi kami mendekati 8 persen lebih bagus dari kedua kota itu,papar Calon Gubernur Jabar yang diusung partai Nasdem,PKB,PPP dan Golkar ini.
Menurut Emil,dan satu-satunya kota yang kinerja birokrasinya A itu ya Kota Bandung. Jadi, apanya yang disebut baik lebih baik,jelasnya seraya menyebut dalam politik pernyataan tersebut hanyalah tafsir subjektif,tuturnya kepada wartawan di Balai Kota jalan Wastukencana no 2 kota Bandung, Selasa (31/10/2017).
Ditambahkan Emil juga meminta untuk mengungkapkan sesuatu itu mesti dengan data-data bukan persepsi. Sebab, menurutnya tingkat kepercayaan publik sangat tinggi kepadanya dalam memimpin Kota Bandung.
"Silakan saja mengomentari dan saya apresiasi. Tapi, kalau diskusi dengan saya bawalah data,"ujar dia yang merasa pernyataan Hasto konteksnya dalam Pilgub. (Red/Hms)
