Notification

×

Iklan

Iklan

Gubernur Aher dan Bank Jabar Banten Sasar TKI Jeddah Sebagai Publik CSR

Selasa, 13 Juni 2017 | 13:47 WIB Last Updated 2017-06-17T04:47:54Z
JEDDAH, LENTERAJABAR.COM - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan bersama direksi Bank BJB, padaJumat (09/06)) sore waktu Jeddah- Arab didampingi Konjen RI di Jeddah, Mohammad Hery Saripudin mengunjungi Sekolah Indonesia-Jeddah atau Indonesian Islamic International School (IIIS) Jeddah.
Sesampai di IIIS-Jeddah, Rombongan disambut kepala sekolah, Eri Wargi Mariti, seluruh tenaga pengajar dan anak didik, dengan penuh antusias menerima kedatangan rombongan Jawa Barat.

Sekolah Inonesia-jeddah (SIJ) atau IIIS dibangun dari program CRS Jabar dari bank bjb yang diperuntukan untuk anak-anak TKI yang bekerja di Jeddah.

Gubermur Jabar Aher didampingi Direktur Utama Bank BJB menyampaikan dukungannya atas kinerja CSR Jabar, "CSR Bank BJB akan terus kita dorong untuk kemajuan berbagai bidang, terutama pendidikan, baik di dalam maupun luar negeri, kami sangat senang dapat membantu banyak keluarga, dimanapun mereka berada," ujar Aher dalam rilis Humas Gedung Sate yang diterima, Sabtu (10/06).

Keberadaan IIIS di Jeddah menjadi pilihan tempat sekolah bagi warga Indonesia terutama anak-anak TKI, pasalnya keberadaan Sekolah Indonesia-Jeddah (SIJ) sebagai satu-satunya institusi pendidikan negeri di disini memiliki daya tampung berlebih, SIJ saat ini sudah memiliki anak didik sekitar 1400 anak.

Konjen RI di Jeddah, Mohammad Hery Saripudin, pun mengaku gembira, atas upaya CSR Jabar yang sudah menjangkau warga Indonesia di Saudi, "Warga kita di Jeddah sangat banyak, kebutuhan ruang kelas bagi anak anak tentunya cukup tinggi, suatu pencapaian yang baik saat CSR Jabar dapat memberikan sumbangsih berarti bagi pendidikan, kontribusi Jabar bagi peningkatan kualitas SDM di luar negeri," tuturnya.

Sedangkan Kepsek Eri seorang Doktor perempuan jebolan Universitas Al Azhar Mesir, bersama beberapa penggiat wanita lainnya telah lama berjuang demi berdirinya Sekolah Islam di Jeddah. Ia mengungkapkan tidak mudah memang mendirikan sekolah di Saudi, masalah perizinan, dari Kerajaan maupun dari Kemendikbud, masalah pembiayaan operasional sekolah dan ketersediaan tenaga pengajar, kesemuanya itu selalu menjadi pokok kendala.

"Itulah kenapa IIIS dalam perjalanannya pernah dua kali ditutup, namun kami para wanita di sini bersikeras terus berjuang demi berdirinya sekolah yang menjadi harapan dan kebutuhan warga kita," kata Eri bernostalgia.

"Ada pepatah, dibalik pria sukses selalu ada wanita kuat di belakangnya, namun kami disini (IIIS-red) semua para wanita lah yang telah berhasil menghadirkan sekolah di negeri orang, para suami cukup tampil setia dan mendukung kami," seloroh Eri.

"Kami berterima kasih kepada CSR Jawa Barat, kepada Bapak Gubernur, kepada bank bjb, ada program peduli pendidikan sehingga sekolah kami dapat beroperasional kembali", tutup Eri.

IIIS berlokasi di Jalan Abu Layla Al Asari, di distrik As Safa, Jeddah. Bangunan rumah dua lantai yang disewa menjadi sekolah itu cukup leluasa untuk menampung ratusan anak didik. Ruang-ruang di dalamnya telah di set menjadi kelas-kelas kecil untuk beberapa rombongan belajar. Beberapa furniture pun nampak telah mengisi ruang kelas. Untuk sementara IIIS menyelenggarakan jenjang pendidikan Sekolah Dasar. (Hms/Red).

×
Berita Terbaru Update