Notification

×

Iklan

Iklan

Jawa Barat Teken MoU Dengan Empat Provinsi Tiongkok

Jumat, 12 Mei 2017 | 16:52 WIB Last Updated 2017-05-12T09:54:25Z
BANDUNG,LENTERAJABAR.COM - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengatakan penandatangan nota kesepahaman (MoU) dengan keempat provinsi di Tiongkok bukan hanya kunjungan pejabat pemprov semata.

"Kami datang ke Tiongkok bukan hanya untuk studi banding seperti pada tema tertentu. Kunjungan kerja kami temanya lebih lebih luas, kerja sama permanen antar provinsi yang bisa berkembang. Itu keuntungan 'sister province'," kata Ahmad Heryawan dalam siaran persnya, Jumat(12/5/2017).

Selama sepekan ini, kata dia, Pemprov Jawa Barat telah menandatangani tiga kesepahaman kerja sama Sister Province dengan tiga provinsi di Tiongkok yaitu dengan Guangxi Zhuang, Chongqing, Sichuan, dan  dengan Heilongjiang.

Gubernur yang akrab disapa Aher ini menuturkan melalui kerja sama antara provinsi tersebut merupakan bagian perjanjian hukum yang besar dan menjamin kedua pemerintah daerah terutama dalam memfilter perusahaan-perusahaan yang akan dilibatkan dalam kerja sama tersebut.

"MoU ini bagus akan terlindungi perjanjian hukum yang besar, dengan kerja sama berbagai bidang. Kemudian akan lebih terencana dan teratur. Bahkan Wagub Sichuan mengatakan kalau kerja sama b to b, bilang tolong kasih tahu soal perusahaannya takutnya perusahan terkait tidak bagus. Jadi difilter sama pemerintahan di Tiongkok tersebut," kata dia.

Ia menambahkan, setelah kerja sama antar pemerintah bisa dilanjutkan dengan kerja sama dengan perusahaan.

Sementara itu, Kepala Biro Pemerintahan dan Kerja Sama Pemprov Jabar Taufiq Budi Santoso menuturkan, empat kerja sama 'Sister Province' yang dijalin Pemerintah Provinsi Jawa Barat tak hanya di atas kertas atau hanya rencana formalitas saja, kedua belah pihak antara pemerintah provinsi Jawa Barat dan empat provinsi di Tiongkok yang telah melakukan kesepahaman MoU akan menindaklanjutinya dengan membentuk "join working gruop".

Tim yang terdiri antara kedua belah pihak "sister province" tersebut akan secepatnya menyusun rencana kerja pada tahun ini dan secepatnya untuk ditindaklanjuti.

"Joint working group ini sama halnya dengan pola yang kami lakukan dengan kerja sama Pemprov Jabar bersama Australia Selatan yang sudah terjalin selama tiga tahun ini," kata Taufiq.

Menurut dia, setelah penandatangan kerja sama Sister Province tersebut gubernur Jabar meminta pihaknya dan pihak provinsi saudara bentuk tim bersama. Di tim ini, namanya adalah joint working grup ini terdiri dari unsur empat pemerintah daerah di Tiongkok dan di Jabar.

Secara reguler, kata dia, joint meeting grup itu paling tidak bisa digelar setahun sekali.

"Itu sama halnya dengan kerja sama antar kami dan Australia selatan, saat ini sudah tiga tahun bekerjasama. Jadi kami memiliki rencana bersama dan mengevaluasinya juga bersama-sama. Kalau ada penyesuaian bisa langsung kita putuskan saat itu (saat pertemuan terjadi)," ujar dia.

Taufik mengakui, rencana "joint working group" tersebut sudah mereka rencanakan dengan keempat provinsi tersebut yaitu Guangxi Zhuang, Chongqing, Sichuan, dan Heilongjiang dan hal itu meliputi kerja sama teknik dari turunan rencana kerja dengan Mou tersebut.

"Mou akan ditindaklanjuti melalui joint working grup. Diagendakan tahun ini. Mudah-mudahan lancar, kita undang mereka ke empat provinsi itu untuk bicara. Kami sendiri sudah kirimkan rancangan kerja versi rencana Jabar pada mereka. Kemudian mereka kaji, tahun ini mereka ke Jabar atau bisa tahun depan mereka undang kita," ujar dia.

Pemprov Jabar akan melakukan penandatangan MoU dengan Provinsi Heilongjiang."Sebetulnya Kerja sama kami sudah dimulai sejak 2010 dengan rencana peningkatan kerja sama antar daerah melalui LoI. Memang, tujuan utamanya waktu itu bagaimana mengembangkan kerja sama di bidang pertanian, terutama subsektor dalam pertanian, peternakan dan tanaman pangan," ujar dia.

Namun, kata dia, ada lagi bidang lain sejalan ada Otonomi daerah seperti sektor kesenian dan kebudayaan, pendidikan, litbang, dan juga yang berkaitan dengan pengembangan kapasitas pemuda dan yang berkaitan dengan pengembangan pariwisata.(Red/Hms)
×
Berita Terbaru Update