Notification

×

Iklan

Iklan

Lestari Awards 2026 Apresiasi Solusi Bangun Indonesia, Hampir 2 Juta Ton Limbah Disulap Jadi Sumber Energi

Jumat, 24 Juli 2026 | 14:02 WIB Last Updated 2026-07-24T07:02:09Z

Caption : Petugas mengelola limbah industri dan sampah yang akan diproses menjadi bahan bakar serta bahan baku alternatif melalui teknologi co-processing. Inovasi ekonomi sirkular yang dikembangkan PT Solusi Bangun Indonesia melalui Nathabumi. (Foto: Istimewa)

JAKARTA.LENTERAJABAR.COM, – Keberhasilan mengolah hampir dua juta ton limbah menjadi sumber energi alternatif mengantarkan PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) meraih Lestari Awards 2026 kategori Circular Economy untuk kelompok Large Enterprise. Pencapaian ini menjadi bukti bahwa limbah tidak lagi dipandang sebagai beban lingkungan, melainkan dapat diubah menjadi sumber daya bernilai bagi industri.


Penghargaan tersebut diterima Alternative Fuel and Raw Material General Manager Solusi Bangun Indonesia, Budi Yuliadi Nugraha, dari Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat pada malam penganugerahan Lestari Awards 2026 di Jakarta, Rabu (22/7/2026). Ini merupakan keikutsertaan perdana Solusi Bangun Indonesia dalam ajang apresiasi keberlanjutan yang digelar KG Media Lestari.


Capaian tersebut tidak lepas dari inovasi yang dijalankan melalui unit pengelolaan limbah Nathabumi, yang mengembangkan konsep ekonomi sirkular dengan memanfaatkan limbah industri dan sampah sebagai bahan bakar maupun bahan baku alternatif di pabrik semen melalui teknologi co-processing.


Pendekatan tersebut dinilai mampu memberikan solusi terhadap persoalan limbah sekaligus mengurangi konsumsi bahan bakar fosil dan eksploitasi sumber daya alam. Selain mengedepankan teknologi, program ini juga melibatkan kolaborasi dengan pemerintah, pelaku industri, pengelola sampah, hingga masyarakat.


Hingga akhir 2025, Solusi Bangun Indonesia telah memanfaatkan 1,98 juta ton limbah sebagai bahan bakar dan bahan baku alternatif. Perusahaan juga mencatat Thermal Substitution Rate (TSR) sebesar 15,11 persen, yang menunjukkan peningkatan pemanfaatan energi alternatif sebagai pengganti energi fosil dalam proses produksi semen.


Direktur Operasi Solusi Bangun Indonesia, Edi Sarwono, mengatakan limbah memiliki potensi besar apabila dikelola dengan pendekatan yang tepat.


“Limbah bukan semata persoalan yang harus diselesaikan, tetapi sumber daya yang dapat dimanfaatkan kembali untuk menciptakan nilai. Melalui Nathabumi, kami menghubungkan kebutuhan pengelolaan limbah dari berbagai sektor dengan kemampuan industri semen untuk memanfaatkannya secara aman dan bertanggung jawab sebagai bahan bakar dan bahan baku alternatif,” ujar Edi.


Ia menambahkan, pengembangan ekonomi sirkular hanya dapat berjalan optimal apabila didukung kerja sama berbagai pihak. Karena itu, perusahaan terus memperluas kemitraan agar semakin banyak limbah yang dapat dimanfaatkan kembali dalam proses produksi.


Menurut Edi, penghargaan Lestari Awards menjadi motivasi untuk meningkatkan kontribusi perusahaan terhadap upaya dekarbonisasi industri nasional.


“Semakin banyak limbah yang dapat dikembalikan ke dalam siklus produksi secara bertanggung jawab, semakin besar peluang untuk mengurangi penggunaan sumber daya alam dan bahan bakar fosil serta mendukung agenda dekarbonisasi industri,” katanya.


Lestari Awards merupakan ajang penghargaan bagi perusahaan dan organisasi yang dinilai berhasil menjalankan praktik keberlanjutan dengan dampak nyata terhadap lingkungan dan masyarakat.


alam acara tersebut, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menegaskan bahwa sektor usaha memiliki peran strategis dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Menurutnya, penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) harus diwujudkan melalui inovasi dan aksi nyata, bukan sekadar menjadi slogan perusahaan.


Sebagai bagian dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), Solusi Bangun Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memperluas pemanfaatan bahan bakar dan bahan baku alternatif melalui Nathabumi. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mempercepat dekarbonisasi industri semen sekaligus mendukung target Net Zero Emission Indonesia 2050, bahkan lebih cepat. (red/***)

×
Berita Terbaru Update