
Caption : Anggota Komisi 1 DPRD Provinsi Jawa Barat yang membidangi pemerintahan Mayor Jenderal (Mayjen) TNI (Purn) Dr.H.Taufik Hidayat,SH.,MH,(foto istimewa)
BANDUNG.LENTERAJABAR.COM,- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) secara resmi menetapkan 18 Mei sebagai Hari Tatar Sunda. Peringatan ini menjadi tonggak kebangkitan jati diri dan karakter warga Jawa Barat.
Dalam Pergub itu disebutkan peringatan Hari Tatar Sunda meliputi kirab, yaitu prosesi perjalanan dari satu tempat ke tempat lainnya dengan mengusung tema budaya dan Sawala. Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur masyarakat dalam rangka silaturahmi dan membangun kolaborasi.
Milangkala Tatar Sunda mengambil tema Nyuhun Buhun, Nata Nagara. Yang berarti mengangkat kembali tradisi baik para leluhur yang dikaitkan dengan upaya menata negara atau dalam hal ini Jabar, dalam nilai yang baik. Melalui helaran ini kembali mengenalkan budaya Tatar Sunda ke masyarakat,Dalam upaya untuk kembali memajukan kebudayaan Jabar,
Terkait hal tersebut Anggota Komisi 1 DPRD Provinsi Jawa Barat yang membidangi pemerintahan Mayor Jenderal (Mayjen) TNI (Purn) Dr.H.Taufik Hidayat,SH.,MH,memberikan apresiasi dan dukungan atas Penetapan Hari Tatar Sunda telah diformalkan dalam Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 13 Tahun 2026 Tentang Penyelenggaraan Hari Tatar Sunda,tutur legislator partai berlambang burung garuda ini.
Menurut Kang Taufik sapaan akrab Wakil rakyat daerah pemilihan (Dapil) Jabar 2 Kabupaten Bandung menilai melalui Milangkala Tatar Sunda di bawah kepemimpinan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi yang akrab di sapa KDM agar generasi muda dan masyarakat tidak melupakan akar dan budaya leluhurnya kecintaan terhadap budaya Sunda kembali semarak di wilayah masing-masing,tuturnya.
Kondisi kekinian pemahaman dan budi pekerti pada diri anak-anak sangat minim pengetahuan mereka terhadap akar budaya dan asal usul-usul serta jiwa luhur para para pendiri bangsa seperti Gotong royong,tepa seliro,hormat kepada yang lebih tua dan hal-hal positif lainnnya.
Melalui pelaksanaan Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran budaya Milangkala Tatar Sunda yang membawa Mahkota Binokasih sebagai simbol kebesaran budaya Sunda.Para generasi penerus di jabar jadi tahu bahwa Jawa Barat dulunya memiliki Kerajaan besar.Diharap kegiatan Napak Tilas Padjadjaran dapat menjadi penguat pembangunan daerah,menjalankan nilai-nilai leluhur seperti deudeuhan, welasan, dan asihan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam menjaga warisan leluhur.
Kirab Budaya Tatar Sunda ini tidak hanya menjadi ruang ekspresi budaya, tetapi juga memperkuat kebersamaan masyarakat serta mendorong pergerakan ekonomi lokal di berbagai daerah yang dilalui.(Red/AdPar)