Notification

×

Iklan

Iklan

Legislator Gerindra Taufik Hidayat Apresiasi Gubernur Jabar KDM Buka Hotline Masyarakat Jabar di Timur Tengah

Rabu, 04 Maret 2026 | 20:49 WIB Last Updated 2026-03-10T15:03:34Z

Caption : Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama anggota komisi 1 DPRD Provinsi Jabar Mayjen (Purn) Dr. H. Taufik Hidayat, SH, MH, (foto Istimewa)


BANDUNG.LENTERAJABAR.COM
, - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berharap masyarakat Jawa Barat yang berada di Timur Tengah dalam kondisi aman di tengah konflik antara Israel-Amerika Serikat dan Iran. Apabila membutuhkan bantuan, masyarakat Jawa Barat bisa menghubungi nomor telepon 082126030038.


"Semoga kita dalam keadaan sehat, nyaman dan khusyuk berpuasa," ujar KDM, sapaan Dedi Mulyadi, Rabu (4/3/2026).


Terkait langkah yang dilakukan gubernur Jawa Barat tersebut di dukung dan diberikan apresiasi anggota komisi 1 DPRD Provinsi Jabar Mayjen (Purn) Dr. H. Taufik Hidayat, SH, MH, yang membidangi pemerintahan ini.


Menurut politisi partai berlambang kepala burung garuda ini,penyediaan nomor telepon tersebut untuk memastikan keamanan dan keselamatan warga Jabar di Timur Tengah,tutur wakil rakyat dari daerah pemilihan Jabar 2 Kabupaten Bandung.


Lebih lanjut dikatakan Kang Taufik sapaan akrab legislator dari Partai Gerakan Indonesia Raya(Gerindra) ini kebijakan yang dikeluarkan Kang Dedi Mulyadi dengan membuka saluran hotline telpon tersebut merupakan suatu bentuk hadirnya negara dalam hal ini warga Jawa Barat yang berada di daerah konflik itu sehingga di ketahui kondisi dan keberadaan mereka tetap terpantau,ungkap peraih gelar doktor bidang hukum ini.


Sementara itu, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tehran, Iran, telah menerbitkan surat imbauan kepada warga negara Indonesia (WNI) di Iran. Dalam surat itu tertulis, WNI diminta segera mengambil langkah konkret untuk mengamankan diri serta keluarga.


WNI juga diminta memberikan pembaruan informasi terkait situasi di wilayah masing-masing kepada KBRI di Tehran melalui grup koordinasi yang tersedia.


Semua WNI diharapkan mematuhi aturan dan arahan dari otoritas keamanan di wilayah masing-masing.(Red/AdPar)


×
Berita Terbaru Update