Notification

×

Iklan

Iklan

DPRD Jabar Apresiasi Perdagangan Jawa Barat Mengalami Surplus

Senin, 02 Maret 2026 | 19:23 WIB Last Updated 2026-03-12T10:04:39Z

Caption : Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat, Tobias Ginanjar Sayidina,S.A.P 

BANDUNG.LENTERAJABAR.COM,- Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat yang membidangi Keuangan, meliputi: Pendapatan Asli Daerah (Pajak Daerah, Retribusi Daerah, Hasil BUMD dan Pengelolaan Kekayaan Daerah dan Harta lainnya yang dipisahkan, lain-lain PAD yang sah), Dana Perimbangan (PBB, Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan, Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus, Penerimaan Sektor Kehutanan, Pertambangan Umum dan Perikanan, Penerimaan dari Pertambangan Minyak dan Gas Alam), Pajak Air, Pinjaman Daerah, Perbankan, Dunia Usaha, Otorita, Pemberdayaan dan Pengembangan BUMD, serta Penanaman Modal Asing dan Penanaman Modal Dalam Negeri, dan lain-lain penerimaan yang sah.Memberikan apresiasi atas peningkatan  nilai ekspor komoditas dari Jawa Barat terhadap sumber pendapatan negara.


Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat, Tobias Ginanjar Sayidina,S.A.P memberikan apresiasi atas capaian tersebut dan terus berupaya mendorong peningkatan ekspor sehingga berimplikasi terhadap pendapatan daerah untuk mendukung pendanaan demi percepatan pembangunan di Jabar,tutur anggota Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Jawa Barat.


Komisi III terus mendorong mitra kerja staregis untuk melakukan berbagai upaya dan inovasi guna mengenjot peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor pajak kendaraan, serta mendorong inovasi pelayanan berbasis digital agar semakin mudah, cepat, dan ramah bagi wajib pajak.


Komisi III berkomitmen untuk terus mengawal agar eksportir dan importir memberikan kontribusi maksimal bagi pembangunan Jawa Barat,tutur wakil rakyat dari daerah pemilihan Jawa Barat III Kabupaten Bandung Barat.


Sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat merilis perkembangan ekspor dan impor Jabar Januari 2026. Nilai ekspor Jabar pada Januari 2026 mencapai USD 3,14 miliar, naik 3,75 persen dibandingkan Januari 2025.


Kepala BPS Provinsi Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati mengatakan, kontribusi ekspor Januari 2026 masih didominasi oleh sektor industri sebesar 98,77 persen, diikuti sektor migas 0,43 persen, sektor pertanian  0,79 persen, dan sektor tambang 0,01 persen.


Ada tiga golongan barang yang menyumbang ekspor terbesar yaitu kendaraan dan bagiannya, mesin dan perlengkapan elektrik, serta mesin dan peralatan mekanis. 


"Negara tujuan ekspor terbesar yaitu ke Amerika Serikat senilai USD 527,75 juta. Angka ini meningkat USD 28,22 juta dibandingkan Januari 2025. Kemudian, ekspor ke Filipina senilai USD 261,28 juta atau naik USD 1,14 juta," kata Margaretha dalam konpres Berita Resmi Statistik BPS Jabar, Senin (2/3/2026).


Sedangkan impor Jawa Barat pada Januari 2026 mencapi USD 1,02 miliar. Angka ini turun 5,51 persen dibandingkan Januari 2025, sedangkan dibandingkan Desember 2025 turun 5,76 persen.


Menurut negara asal impor, Tiongkok masih menjadi yang terbesar dengan nilai mencapi USD 393,16 juta, diikuti Korea Selatan senilai USD 107,67 juta, dan Jepang senilai USD 100,22 juta.


Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa neraca perdagangan Jawa Barat mengalami surplus senilai USD 2,12 miliar. Jawa Barat mengalami surplus dengan Amerika Serikat sebesar USD 504,1 juta, dengan Filipina surplus USD 259,16 juta, Thailand surplus USD 162,21 juta dan dengan Vietnam surplus USD 126,86 juta.(Red/AdPar)

×
Berita Terbaru Update