Notification

×

Iklan

Iklan

Anggota DPRD Jabar Tedy Rusmawan Dorong Pemprov Masif Laksanakan Gerakan Pangan Murah

Selasa, 24 Februari 2026 | 14:34 WIB Last Updated 2026-02-24T07:34:34Z


KOTA BANDUNG.LENTERAJABAR
, -- Kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) saat bulan puasa Ramadhan,selalu menjadi perhatian wakil rakyat, karena harga sembako biasanya mengalami kenaikan harga yang disebabkan oleh permintaan yang tinggi, namun minimnya stok barang.


Berkaitan dengan hal tersebut Sekretaris Fraksi PKS DPRD Jawa Barat, H. Tedy Rusmawan, AT, MM mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk segera mengambil langkah konkret dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat saat Ramadan 1447 H. 


Menyikapi hal tersebut Kang Tedy Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat ini meminta Pemerintah  provinsi Jawa Barat untuk gerap cepat (gercep) melakukan Gerakan Pangan Murah (GPM) atau melaksnakan Bazar Pangan Murah untuk mengendalikan harga hal ini bila tidak diantisipasi akan berdampak terhadap implasi yang juga akan semakin memberatkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokoknya,tuturnya 


Wakil rakyat dari daerah pemilihan Jabar 1 meliputi Kota Bandung dan Cimahi ini menilai, kenaikan harga sembako yang terjadi saat ini berpotensi memberatkan masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah, tegas Kang Tedy sapaan akrab pria berkacamata ini kepada lenterajabar.com.Selasa 24 Febuari 2026.


Lebih lanjut dikatakan politisi senior partai berlambang dua buah bulan sabit yang mengapit satu tangkai padi tegak lurus ini .berdasarkan pantauan sejumlah pasar tradisional sejumlah komoditas yang mengalami lonjakan signifikan. Harga daging ayam misalnya, naik dari Rp35 ribu menjadi Rp42-44 ribu per kilogram. Telur ayam turut merangkak dari Rp28 ribu menjadi Rp30 ribu per kilogram. Sementara daging sapi kini menembus Rp145 ribu per kilogram.


Tak hanya itu, harga bawang merah juga mengalami kenaikan dari Rp38 ribu menjadi Rp42 ribu per kilogram. Cabai rawit  pun ikut terdongkrak dari Rp70.000 hingga Rp80.000 per kilogram di pasar tradisional mengikuti tren kenaikan sejumlah bahan pokok penting (bapokting) lainnya.


Ditambahkan Kang Tedy,pihaknya  mendorong Pemprov Jabar maupun kabupaten/kota untuk menggelar gerakan pangan murah, pasar murah, hingga bazar murah yang menyasar langsung masyarakat karena hal ini sebagai solusi konkret untuk pengendalian harga kebutuhan pokok tersebut.


“Langkah ini penting agar rantai pasok atau distribusi bisa dipangkas. Dengan intervensi langsung pemerintah, harga di tingkat konsumen dapat lebih terkendali,” tegasnya.


Di sisi lain, Tedy juga mengapresiasi langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas harga beras melalui Operasi Pasar yang dilakukan secara berkelanjutan. Ia menilai kebijakan tersebut cukup efektif menahan lonjakan harga beras di pasaran.


Saat ini, harga beras SPHP berada di kisaran Rp12.000–Rp12.500 per kilogram, sementara beras medium relatif stabil di angka Rp14.000 per kilogram dan beras premium tetap Rp16.000 per kilogram. Menurutnya ini menunjukkan bahwa ketika pemerintah hadir melalui operasi pasar yang konsisten, harga bisa relatif terkendali,imbuhnya.


Ditambahkan Anggota Badan Musyawarah DPRD Provinsi Jawa Barat ini ,untuk mengantisipasi kenaikan komoditas lainnya, Pihaknya mendorong agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait turun langsung ke lapangan, khususnya Dinas Koperasi dan UMKM (Diskop UMKM), Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin), serta Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP).


Menurutnya, koordinasi lintas sektor sangat dibutuhkan agar upaya stabilisasi harga tidak berjalan parsial. “Pengawasan distribusi, ketersediaan stok, hingga kelancaran pasokan harus dipastikan sejak sekarang. Jangan sampai masyarakat baru merasakan dampaknya ketika harga sudah terlanjur melonjak tinggi,” pungkas Penasehat Sahate penyuka olahraga tenis meja ini.

Sebagai informasi berdasarkan pantauan harga kepokmas di pasar tradisional hari ini berdasarkan sumber Asosiasi Pedagang Pasar Tradisional dan koperasi (APPETRA) Jawa BaratSelasa,  24 Februari 2026

Beras medium. 14.000/kg .Beras premium 16.000/kg .Beras ketan hitam 28.000/kg 

Beras ketan putih 15.000/kg.

Daging sapi. 125.000 - 145.000 /kg.Usus/babat. 70.000/kg.Ati  70.000/kg

Paru. 90.000/kg.Limpa 90.000/kg.Daging Domba 140.000 -160.000 /kg

Daging ayam 42.000 - 44.000/kg.Ayam kampung 80.000/kg. Ayam pejantan 60.000/ekor.

Ikan mas. 35.000 /kg. Ikan lele. 30.000/kg. Ikan nila. 40.000/kg. Ikan Nila Merah 47.000/kg

Telur ayam 30.000/kg. Telur ayam kampung 3000/butir. Telur bebek 3000/butir

Telur puyuh  34.000/kg. Tepung Tapioka 11.000/kg. Terigu   8.000/kg

Minyak goreng curah 21.000/kg.Minyak kita 17.500/ltr. Gula pasir 18.000/kg

Gula merah 18.000/kg. Gula aren  24.000/kg. Pisang 9000/kg. Labu  9000/kg

Kacang tanah  42.000/kg. Santan Curah Rp. 48.000. Bawang merah 38.000/kg

Bawang sumenep 45.000/kg. Bawang putih 32.000/kg.Bawang Bombay 32.000 kg

Cabe merah  30.000/kg. Cabe hijau 24.000/kg. Cabe rawit merah 70.000/kg

Cabe kriting merah 35.000/kg. Cabe gendot 20.000/kg.Cabe rawit hijau 40.000/kg

Kentang 15.000/kg.Tomat 12000. Kol 10000. Jagung 12.000. Wortel 10.000/ kg

Mentimun 10.000/kg. Buncis  14000 kg. Kacang panjang 20.000 kg.  

Brokol 14.000/kg. Brokoli. 22.000/kg. Bawang daun 12.000/kg. Seledri 14.000/kg

Jahe. 22.000/kg. Lengkuas 20.000/kg.  Kencur 58.000/kg dan Kunyit  14 000/kg

(Red/AdPar)



×
Berita Terbaru Update