
Caption : Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi Partai Gerindra,Daerah Pemilihan Jabar 2 Kabupaten Bandung, Mayjen (Purn) Dr. Taufik Hidayat, SH MH,
BANDUNG.LENTERAJABAR.COM,- Legislator DPRD Jawa Barat dari Fraksi Partai Gerindra,Daerah Pemilihan Jabar 2 Kabupaten Bandung, Mayjen (Purn) Dr. Taufik Hidayat, SH MH,memaknai peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW sebagai momentum penting untuk merefleksikan hubungan spiritual manusia dengan Allah SWT sekaligus meneguhkan tanggung jawab sosial dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Anggota Komisi 1 DPRD Jabar yang akarab disapa Kang Taufik ini menegaskan bahwa Isra Mi’raj bukan sekadar peristiwa luar biasa dalam sejarah Islam, melainkan mengandung pesan mendalam tentang integritas, disiplin, serta konsistensi dalam menjalankan amanah. Menurutnya, nilai-nilai tersebut sangat relevan, terutama bagi para pemimpin dan wakil rakyat.
“Isra Mi’raj mengajarkan bahwa kekuatan spiritual harus berjalan seiring dengan tanggung jawab sosial. Perintah salat yang diterima Rasulullah SAW menjadi simbol kedisiplinan, kejujuran, dan ketundukan kepada nilai-nilai kebenaran. Ini adalah fondasi moral yang harus dimiliki setiap pemimpin,” ujarnya, Kamis (15/1/2026).
Kang Taufik menyebut, salat tidak hanya dimaknai sebagai ibadah ritual, tetapi juga sarana pembentukan karakter. Dari salat lahir sikap jujur, adil, dan empati terhadap sesama. Oleh karena itu, Hergun menilai bahwa pejabat publik dituntut untuk menjadikan nilai-nilai spiritual sebagai kompas etika dalam setiap pengambilan kebijakan.
Lebih lanjut, politisi senior partai berlambang kepala burung garuda ini menyampaikan bahwa Isra Mi’raj juga mengajarkan pentingnya keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat. Menurutnya, pembangunan bangsa tidak cukup hanya bertumpu pada aspek material dan ekonomi, tetapi harus disertai dengan pembangunan moral dan spiritual masyarakat.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang kuat secara moral. Isra Mi’raj menjadi pengingat agar kita tidak kehilangan arah di tengah dinamika politik, ekonomi, dan sosial yang terus berkembang,” tambahnya.
Peraih gelar doktor bidang hukum ini juga mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum Isra Mi’raj sebagai sarana mempererat persatuan dan kebersamaan. Di tengah perbedaan pandangan dan pilihan, nilai persaudaraan, toleransi, serta kepedulian sosial harus terus dijaga demi keutuhan bangsa.
Ia berharap, peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dapat menjadi energi spiritual bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus berbuat kebaikan, menghadirkan keadilan, serta memperjuangkan kesejahteraan rakyat secara berkelanjutan.
“Semoga makna Isra Mi’raj ini tidak berhenti pada peringatan seremonial semata, tetapi benar-benar tercermin dalam sikap, kebijakan, dan tindakan nyata kita sehari-hari,” pungkas jendral purnawirawan bintang dua ini.(Red/AdPar)