
Caption : Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar) H.Sugianto Nangolah,SH,.MH
KOTA BANDUNG.LENTERAJABAR.COM,- Sejumlah kebutuhan pokok masyarakat (Kepokmas) di beberapa pasar tradisional di Jawa Barat mulai merangkak naik, menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Meski kondisi seperti ini merupakan pola tahunan, namun DPRD Jabar menilai tetap perlunya langkah antisipatif dari pemerintah agar tidak berdampak lebih besar kepada masyarakat.
Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar) H.Sugianto Nangolah,SH,.MH menyatakan bahwa fluktuasi harga sejumlah kepokmas terjadi menyusul adanya peningkatan kebutuhan masyarakat. Juga adanya program pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG) yang juga membutuhkan pasokan kebutuhan dapur.
“Situasi seperti ini menjadi sulit diprediksi, sehingga kurang terantisipasi. Akibatnya, kebutuhan MBG ikut menyasar pasar-pasar umum yang biasanya menyediakan kebutuhan masyarakat sehari-hari,"kata wakil rakyat daerah pemilihan Jabar 1 meliputi Kota Bandung dan Cimahi.
Lebih lanjut dikatakan Sugianto legislator partai demokrat,meminta pemerintah secepatnya harus bergerak untuk mengantisipasi kemungy lonjakan permintaan lebih tinggi, mengingat kebutuhan akhir tahun bersamaan dengan kebutuhan dari program MBG.
“Anggaran untuk MBG di Jabar mencapai Rp50 triliun setahun. Kalau dapur MBG aktif semua, akan terjadi rebutan terutama untuk telur,” katanya.
"Pemerintah daerah harus segera menyiapkan langkah pengendalian harga dan memastikan ketersediaan pasokan agar gejolak harga tidak berlarut dan kebutuhan masyarakat tetap dapat memenuhi,"pungkas Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Provinsi Jabar.(Red/AdPar)