
Caption : Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat H.Dede Kusdinar,SE (foto istimewa)
BANDUNG.LENTERAJABAR.COM, - Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat H.Dede Kusdinar,SE mendorong pemerintah melakukan pengawasan ketat dalam distribusi beras.
Dikatakan Kang Dede sapaan akrab Anggota Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Jabar yang membidangi perekonomian ini, harga beras di pasaran mulai mengalami kenaikan dan harus mendapat perhatian serius dari pemerintah dengan melakukan pengawasan ketat.
"Pengawasan yang efektif harus dilakukan agar tidak terjadi praktik-praktik penimbunan atau spekulasi yang bisa membuat harga semakin melonjak,” tegas wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jabar XIV Kabupaten Garut baru-baru ini.
Lebih lanjut politisi partai berlambang burung garuda ini selain itu,koordinasi antara instansi juga penting untuk memastikan rantai pasokan beras tetap lancar dan harga dapat terkendali.
“Ketersediaan beras harus tetap terjaga, sehingga harga tidak naik tajam,” tutur legislator yang ramah dan dekat dengan berbagai kalangan mantan Kepala Desa Pangauban Cisurupan Kabupaten Garut ini.
Pihaknya juga mendorong agar pemerintah dapat memastikan Bulog memiliki stok yang cukup untuk mengantisipasi gejolak pasar, bukan hanya untuk beberapa bulan, tapi untuk satu tahun ke depan.
"Sehingga dapat diminimalisir masalah yang akan terjadi untuk jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang," katanya.
Sejak beberapa pekan terakhir, harga beras mengalami kenaikan antara Rp500 hingga Rp1000 per kilogram. Saat ini, beras medium dipatok Rp15.000 per kilogram, naik dari Rp14.000.
Sementara beras premium sudah menembus Rp16.000 per kilogram. Kenaikan Rp500 hingga Rp1.000 per kilogram.(Red/AdPar)