.

Jaga Kamtib, Komisi A DPRD Dukung Program Patroli Gabungan Pemkot Bandung

Ket Foto : Ketua Komisi A Kota Bandung H. Rizal Khairul, S.IP, M.Si., menjadi narasumber dalam talk show Radio PR FM, Bandung, Selasa (24/1/2023).Nuzon/Humpro DPRD 

BANDUNG.LENTERAJABAR.COM
,- Sejak akhir tahun 2022 hingga saat ini, kondisi Keamanan dan ketertiban Kota Bandung tengah menjadi sorotan publik. Bahkan, ada pihak yang menilai kota Bandung sebagai "Gotham City", latar belakang kota film Batman yang penuh aksi kriminal.

Hal ini membuat Ketua Komisi A DRPD Kota Bandung, H. Rizal Khairul, SIP., M.Si., mengaku sedih dan malu dengan kondisi keamanan dan ketertiban (Kamtib) Kota Bandung akhir-akhir ini.

Ia mengaku telah berkomunikasi dengan berbagai pihak terkait kondisi keamanan di Kota Bandung. Hal ini dilakukan agar Kota Bandung kembali aman dan nyaman bagi warga Kota Bandung dan para wisatawan karena Ibu Kota Provinsi Jawa Barat ini merupakan tujuan wisatawan untuk berlibur.

"Tentunya saya sangat sedih dan malu berkenaan dengan Kota Bandung yang disamanakan dengan 'Gotham City'. Kalau bicara kota Bandung kita ingin kembalikan Bandung yang 'Someah Hade Ka Semah'. Seperti kita ketahui Kota Bandung ini dinilai sebagai kota yang ramah kota yang banyak diminati untuk didatangi oleh wisatawan dan ini isu soal keamanan harus kita duduk bersama untuk mencari dan mengatasi masalah ini agar kembali lagi slogan Bandung 'Someah Hade Ka Semah," ujar Rizal, saat menjadi narasumber Obrolan Plus Solusi 'OPSI' di Radio PR FM Bandung, Selasa, (24/1/2023).

Ia pun mengapresiasi langkah dari Pemerintah Kota Bandung dalam hal ini Kesbangpol yang melakukan patroli gabungan baik itu skala besar hingga skala kecil di lokasi rawan aksi kriminalitas di Kota Bandung. Namun, hal ini perlu terus dilakukan evaluasi terkait efektifitasnya sehingga tidak ada istilah “kucing-kucingan” antara petugas patroli gabungan dengan para pelaku tidak kriminalitas. Bahkan, Rizal meminta pemerintah dan pemangku kebijakan lainnya untuk mencari akar permasalahan terkait gangguan kamtibmas di Kota Bandung.

"Menurut padangan saya ini salah satu upaya Pemkot Bandung dalam hal ini mencoba untuk patroli gabungan kalau di tingkat kota dengan Polrestabes Bandung dan Kodim, dan ada juga yang di tingkat kewilayahan. Efektifitas ini bisa saja ada, tapi ada satu hal yang harus kita sepakati dan lakukan bersama. Ini (Patroli gabungan-red) bisa saja ada ‘kucing-kucingan’ jadi saya menekankan harus lihat titik permasalahannya kita harus gali. Kami pun dari DPRD diundang oleh Kapolrestabes beberapa waktu lalu. Saya sudah sampaikan permasalahan keamanan karena komisi A itu ada tupoksi dalam Kamtibmas," tuturnya.

Tidak hanya itu, Rizal pun berharap komunikasi yang dilakukan oleh Kesbangpol dengan Ormas, LSM, hingga klub motor di Kota Bandung terus ditingkatkan agar dengan dukungan semua pihak kondisi keamanan di Kota Bandung akan lebih baik lagi.

"Saya sepakat dan setuju, Kesbangpol sudah berkunjung ke ormas, LSM dan klub motor ini harus lebih di tingkat lagi ini. Apalagi Sekretaris Kesbangpol ini kan cukup dekat dan punya historis dengan berbagai komunitas dan organisasi," ujar Rizal.

Bahkan Rizal mengaku Komisi A DPRD Kota Bandung akan terus mendukung berbagai program dari Kesbangpol yang dinilai memberi efek positif terhadap pembangunaan SDM di Kota Bandung.

"Saya support untuk berbagai program pembinaan yang dilakukan oleh Kesbangpol. Sebenarnya Kesbangpol ini terlihat ringan tapi berat karena pembinaan jiwa mentalitas SDM yang ada di Kota Bandung. Tidak lupa, kami pun dari DPRD meminta kepada Kesbangpol ketika sudah silaturahmi dengan sekolah, ormas, LSM, klub motor itu harus dievaluasi lagi untuk duduk bersama kembali untuk melihat efeknya, apakah positif atau negatif untuk warga kota bandung dan pendatangan/ wisatawan," kata Rizal.

Sementara itu, Kepala Kesbangpol Kota Bandung, Drs. H. Bambang Sukardi, M.Si., mengatakan program patroli gabungan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Bandung seusai dengan Perda No. 19 tahun 2019 tentang Trantibum. Harapannya dengan adanya patroli gabungan baik itu skala besar maupun kecil dapat meminimalisir aksi kriminalitas yang terjadi di Kota Bandung.

"Ini merupakan tindak lanjut dari pada Perda 19 tahun 2019 tentang Trantibum, ini meninadaklanjuti perintah dari Bapak Wali kota Bandung tentang kondusitifas kota Bandung, karena banyak kerawanan yang terjadi akhir-akhir ini," ujar Bambang.

Bahkan, Bambang mengaku pihaknya sudah beberapa kali melakukan rapat koordinasi bersama unsur TNI/Polri, kewilayahan hingga masyarakat terkait digalakkan kembali siskamling di Kota Bandung.

"Kita rapat koordinasi tanggal 10 dan 13 Januari 2023 dan dihadiri juga oleh perwakilan dari DPRD Kota Bandung juga. Kita sepakat meningkatkan kembali tentang Siskamling. Dari 30 kecamatan kita menindaklanjuti Perda tersebut kita melibatkan masyarakat dan stakholder di lapangan camat hingga lurah untuk menindaklanjuti perda tersebut," katanya.

Bambang menambahkan, sebenarnya para camat hingga lurah di Kota Bandung sudah rutin melakukan patrol. Namun, sejak rapat koordinasi tentang kondisi kerawanan di Kota Bandung akhirnya disepakati agar kegiatan patroli gabungan terus ditingkatkan khususnya di titik dan jam rawan kejahatan.

"Ternyata para camat dan lurah sudah melaksanakan kegiatan tersebut dan kita masifkan kegiatan patroli gabungan dengan Forkopimcam kegiatan yang terstruktur melibatkan Linmas dan menyisir tempat-tempat rawan baik itu di warung tongkrongan remaja dan lainnya," ujarnya.*