.

Disdik Jabar Buka Pelatihan dan Sertifikasi Digitilize Education and Learning

Caption : Sekdisdik Jabar, Yesa Sarwedi membuka Pelatihan dan Sertifikasi "Cloud Computing To Digitilize Education and Learning" di Aula UPTD Tikomdik Disdik Jabar.(foto humas disdik)

BANDUNG.LENTERAJABAR.COM
,- Dinas Pendidikan (disdik) Provinsi Jawa Barat (Jabar) dalam upaya meningkatkan kemampuan sumber daya manusia buka pelatihan dan sertifikasi cloud computing to digitilize education and learning di Aula UPTD Tikomdik Disdik Jabar, Kota Bandung, Senin (31/10/2022). 

Kegiatan ini bekerja sama dengan AWS Indonesia dan Trainocate berlangsung dari Senin (31/10/2022) sampai Jumat (4/11/2022) bertemapt di Aula UPTD Tikomdik Disdik Jabar, jalan Rajiman Kota Bandung.

Sekretaris Dinas Pendidikan (Sesdisdik ) Jabar Yesa Sarwedi mewakili Kadisdik Dedi Supandi dalam sambutannya saat membuka kegiatan menyampaikan, aspirasi kepada pihak AWS Indonesia dan Trainocate yang telah memberikan pelatihan dan sertifikasi.

“Saya tahu, untuk pelatihan ini perlu biaya yang sangat besar. Tapi, ternyata AWS sangat care dan support luar biasa,” tutur Sekdisdik.

Yesa Sarwedi berharap kerja sama ini semakin intens dan berlanjut di kegiatan-kegiatan berikutnya. “Substansi pendalaman materi lainnya pun bisa dikembangkan,” paparnya.

Sedangkan Kepala UPTD Tikomdik, Budi Hermawan mengatakan, proses digitalisasi pengelolaan pendidikan dengan sistem cloud computing to digitilize menjadi suatu keharusan. Karena, modal pengajaran juga sudah berubah menggunakan pembelajaran digital.

“Ini modal ke depan untuk menjadikan Jabar lebih advance. Menjadi satu-satunya provinsi yang mengawali inovasi pembelajaran dan pengelolaan pendidikan dengan moda digital dibandingkan provinsi lain,” ungkapnya.

Semua peserta yang lulus dengan hasil yang baik, tambahnya, akan mendapatkan sertifikat. “Menjadi salah satu komponen yang menguasai digital,” jelasnya.

Sementara itu, perwakilan AWS Indonesia dan Trainocate, Franky mengatakan, pihaknya membuka pelatihan-pelatihan dalam rangka meningkatkan kompetensi di bidang cloud. “Jadi, perkembangan teknologi ini membutuhkan kompetensi para penggunanya,” pungkasnya. (Red/Hms)