.

Komisi V DPRD Jabar Monitoring SMKN 1 Garut Terkait ANBK

Caption :  Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat saat kunker ke SMKN 1 Garut dalam rangka monitoring terkait pelaksanaan kegiatan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) Tahun 2022. Kamis, (1/9/2022).

GARUT.LENTERARAJABAR.COM
,- Asesmen Nasional Berbasis Komputer atau ANBK adalah program penilaian mutu sekolah.ANBK 2022 akan dilaksanakan pada bulan September ini. Asesmen Nasional akan berlangsung di sekolah secara daring dan semi daring. 

Asesmen Nasional adalah program evaluasi yang diselenggarakan Kemendikbudristek untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan memotret input, proses dan output pembelajaran di seluruh satuan pendidikan. 

Asesmen Nasional dilaksanakan dengan tiga instrumen yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM Literasi, Numerasi), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar.

Sesuai dengan tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) DPRD sebagai pengawasan selain budgeting dan legislasi .Agar Asesmen Nasional dapat berjalan dengan lancar,Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat  melakukan kunjungan kerja (kunker) ke SMKN 1 Garut dalam rangka monitoring terkait pelaksanaan kegiatan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) Tahun 2022. Kamis, (1/9/2022).

ANBK ini bertujuan mengevaluasi sistem pembelajaran di masing-masing sekolah. Jadi bukan menilai hasil siswa, guru maupun kepala sekolah. Tidak membandingkan sekolah satu dan lainnya, tetapi sistem pembelajarannya yang dinilai.


Caption : Hj. Siti Muntamah, S.AP  (kiri-batik hijau) Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat saat kunker ke SMKN 1 Garut 

Dalam peninjauan ini Hj. Siti Muntamah, S.AP Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat yang membidangi Kesra salah satunya pendidikan berharap ada progress perbaikan dari hasil ANBK tahun kemarin dengan tahun ini. "Kita berharap, ada peningkatan dari hasil ANBK tahun kemarin (perbaikan sistem pembelajaran)," harapnya.

ANBK itu sangat komprehensif untuk melihat dari aspek kognitif, kepribadian dan karakter siswa (dengan survei karakter) serta kondisi pembelajaran secara keseluruhan melalui survei lingkungan belajar.

"Kami berharap, hasil ANBK ini juga bisa diketahui oleh pihak sekolah untuk refleksi," tutur wakil rakyat Daerah Pemilihan (dapil) Jabar I meliputi Kota Bandung dan Kota Cimahi ini.

Perlu diketahui Sejak 2021, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim resmi mengganti Ujian Nasional (UN) menjadi Asesmen Nasional (AN).

Meski begitu, Asesmen Nasional tidak menggantikan peran UN dalam mengevaluasi prestasi atau hasil belajar murid secara individual. Melainkan menggantikan peran UN sebagai sumber informasi untuk memetakan dan mengevaluasi mutu sistem pendidikan. (Rie/Red)