.

Sekretaris Komisi I Sadar Muslihat Narasumber Talkshow Role Model Sosialisasi ASO

Caption : Sekertaris Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Sadar Muslihat, S.H. menjadi narasumber Talkshow Role Model Sosialisasi ASO dan Penyerahan Bantuan STB  di Kabupaten Pangandaran, Jumat (15/7/2022).
PANGANDARAN.LENTERAJABAR.COM, -- Pemerintah Pusat berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah guna menyukseskan analog switch off (ASO) atau penghentian siaran analog secara menyeluruh hingga 2 November 2022. Sejumlah langkah ditempuh, mulai dari sosialisasi ASO, pendataan warga yang berhak menerima set top box (STB), hingga distribusi STB ke rumah-rumah warga.

Terkait hal tersebut Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat melalui Diskominfo Jabar mengelar Talkshow Role Model Sosialisasi ASO dan Penyerahan Bantuan STB yang dilaksanakan secara hybrid di Kabupaten Pangandaran, Jumat (15/7/2022).

Cara tersebut dihadiri Sekertaris Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Sadar Muslihat, S.H. sekaligus menjadi narasumber dalam Rapat Koordinasi Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) bersama Direktur Pengembangan Pita Lebar Kemkominfo, Staff Khusus Menteri Kominfo Bidang IKP, Kepala Dinas Kominfo Jabar, KPID Jawa Barat, Bupati Pangandaran, Pemegang Mux PT Elang Mahkota Teknologi Tbk dan DISKOMINFO Se-Jawa Barat dalam rangka mendukung percepatan migrasi TV Digital di Provinsi Jawa Barat.

Direktur Pengembangan Pita Lebar Kemkominfo Marvel P Situmorang mengatakan, pemerintah saat ini menetapkan multiple ASO, yaitu ASO dalam tiga tahap. Tahap pertama pada 30 April 2022 kemudian ASO kedua 25 Agustus, dan terakhir 2 November 2022. 

Dalam setiap tahapnya, ada beberapa parameter untuk menjalankan ASO, seperti kesiapan infrastruktur, program siaran harus dipastikan pindah ke digital, sosialisasi, dan ekosistem kesiapan masyarakat yaitu keluarga miskin yang harus diberikan bantuan STB. 

Pada kesempatan yang sama, Staf Khusus Menteri Kominfo Bidang IKP Rosarita Niken Widiastuti mengatakan, proses ASO 2022 ini ditempuh dengan tiga strategi sosialisasi untuk meningkatkan awareness terkait ASO. 

Yang pertama, above the line melalui diseminasi informasi dengan menggandeng media mainstream dan lembaga penyiaran publik, komunitas, media mainstream untuk sosialisasi. Kemudian through the line memanfaatkan media sosial dan artis Agnes Monica. Terakhir below the line komunikasi langsung dengan masyarakat melalui pertunjukan virtual, hybrid, webinar, dan media luar ruang. 

Sekertaris Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Sadar Muslihat, S.H. mendukung upaya yang dilakukan Pemda Provinsi Jabar dalam  proses ASO di Jabar yang saat ini telah berjalan. 

Menurut Angggota Legislatif (Aleg) dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera ini,berdasarkan kunjungan kerja ke beberapa daerah di Jabar,proses ASO sudah berjalan ada timeline-nya diharapkan ada kisah sukses dari Jabar dan Jabar dapat jadi role model ASO dan pendistribusian STB,tuturnya. 

Sementara itu Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jabar Adiyana Slamet menuturkan, pihaknya turut melakukan sosialisasi ASO dan  telah menjangkau 38 titik di Jabar bersama dua perguruan tinggi di Jabar. 

Menurutnya ASO ini tidak hanya sekadar masalah penyiaran, bukan hanya soal kualitas gambar. ASO ini ada imbas pada sektor ekonomi digital terlebih menyukseskan Jabar yang telah mendeklarasi provinsi digital,tutur Adiyana. 

"Ini jadi catatan penting kenapa KPID turut mendukung kebijakan yang sangat strategis," pungkasnya. (Rie/Red)