.

Anggota DPRD Jabar Hj.Sumiyati : Terapkan PHBS dan Prokes Antisipasi Hepatitis Misterius

Caption : Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj.Sumiyati, S.Pd,I,. M.IPol.,

BANDUNG.LENTERAJABAR.COM
,- Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat berkoordinasi dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), rumah sakit, laboratorium kesehatan daerah, serta dinas kesehatan 27 kabupaten/kota mengantisipasi kemunculan penyakit hepatitis akut misterius yang telah dinyatakan WHO sebagai kasus luar biasa.

Jawa Barat sendiri tetap waspada meskipun belum menemukan kasus seperti di DKI Jakarta, yang telah ditemukan tiga kasus suspek hepatitis akut.

Saat ini, kendati pandemi Covid 19 dari jumlah kasus mengalami penurunan, sektor kesehatan masih menyisakan persoalan masih banyaknya tantangan yang harus diselesaikan.

Pasalnya, saat ini telah muncul penyakit Hepatitis misterius. Penyakit itu, dari laporan yang diterima sudah muncul di DKI Jakarta, dengan menyerang anak-anak.

Demikian hal tersebut diungkapkan Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj.Sumiyati, S.Pd,I,. M.IPol., saat di minta tanggapannya Senin, (16/5/2022).

Menurut Politisi Perempuan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan  (PDIP) ini,  munculnya penyakit baru seperti Hepatitis misterius, pihak Dinkes baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota harus menyiapkan langkah antisipasi. Hal yang dibutuhkan program dan kegiatan harus berorientasi pada penguatan upaya preventif.

Ditambahkan srikandi partai berlambang banteng moncong putih ini,untuk memperkuat upaya preventif, aparatur Dinkes bersama stakeholder lainnya harus gencar mensosialisasikan Pola Hidup Bersih Sehat (PHBS) menjaga  lingkungan bersih dan senantiasa menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes),himbau Bunda Sum sapaan akrab Hj.Sumiyati .

Bahkan untuk memperkuat kualitas kesehatan di kalangan anak , perlu ada fasilitasi program perbaikan gizi. Untuk mewujudkan harapan tersebut, perlu dimaksimalkan peran pos yandu ujarnya.

 Bunda Sum  mengungkapkan menyikapi kemunculan kasus Hepatitis misterius, perlu ada kajian yang komprehensif diantara melalui riset. Melalui langkah ini, jika ada kasus yang muncul , bisa akurat apakah itu penyakit Hepatitis misterius atau penyakit lainnya.

Aparatur Dinkes, menyikapi merebaknya penyakit Hepatitis misterius, perlu membuat perencanaan yang matang.

Perencanaan dibutuhkan untuk menyiapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan , diantaranya rumah sakit yang khusus merawat pasien yang terkena Hepatitis misterius, menginventarisasi kemampuan Labkesda atau rumah sakit di kabupaten/kota untuk pemeriksaan diagnosis hepatitis. “Ketiga, kami meningkatkan sosialisasi, komunikasi – informasi – edukasi (KIE), serta menggencarkan gerakan masyarakat hidup sehat pungkas Bunda Sum.(Rie/AdPar)