.

Presiden Minta Evaluasi PTM, Disdik Jabar Merespon Tentukan Kebijakan Pekan Ini

Caption : Kepala Disdik Jabar Dedi Sopandi 

BANDUNG.LENTERAJABAR.COM
,--Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kegiatan PTM di sejumlah daerah, salah satunya Jabar, dievaluasi. Presiden Jokowi meminta ada penanganan berbeda untuk kasus COVID-19 varian Omicron.

"Saya juga minta adanya evaluasi untuk pembelajaran tatap muka, utamanya di Jawa Barat, di DKI Jakarta, dan di Banten," ujar Jokowi saat memimpin rapat terbatas mengenai PPKM secara virtual pada Senin kemarin sebagaimana transkrip arahannya diunggah di situs Setkab, Selasa (1/2/2022).

Merespon hal tersebut Dinas Pendidikan Jawa Barat (Disdik Jabar) menghentikan kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) di beberapa sekolah di Bogor selama seminggu sejak kemarin. Disdik Jabar bakal mengevaluasi dan menentukan nasib kegiatan PTM pekan ini.

"Kita sudah menyampaikan kemarin beberapa kebijakan. Yang sudah dilakukan itu justru di Bogor. Ada beberapa sekolah yang kita lakukan penghentian sementara pembelajaran tatap muka dari tanggal 31 Januari sampai dengan tanggal 8 Februari," kata Kepala Disdik Jabar Dedi Sopandi saat berbincang dengan media, Selasa (1/2/2022).

Dedi menjelaskan penghentian PTM di Jawa Barat bakal dilakukan secara bertahap. Dia menuturkan penghentian PTM di sekolah-sekolah se-Jabar tergantung kondisi kasus di masing-masing sekolah.

"Jadi masih sifatnya di pekan ini lokal per lokal (per sekolah). Jadi ada sekolah yang kasusnya meningkat lebih dari 5 persen di komunitas sekolah, maka dilakukan penghentian sementara selama satu pekan, sambil kita evaluasi secara regulasi dari SKB 4 menteri," papar Dedi.

Dedi menyebut Pemprov Jabar saat ini belum menentukan kebijakan terkait sistem pembelajaran. Kemungkinan, sebut dia, kebijakan sistem pembelajaran akan diumumkan pada Jumat (4/2/2022).

"Kalau pekan ini ada hal baru ditemukan kembali, maka kita akan lakukan kebijakannya di awal Februari itu seperti apa. Mungkin akan kita umumkan di Jumat. Kalau sekarang masih per lokal," pungkas Dedi.(Rie/Red)