.

Tinjau PTM, Wagub Uu Minta Sekolah Makin Disiplin Prokes

Caption : Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum saat meninjau Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SMA Negeri 3 Cibinong Jalan Perumahan Bogor Asri Nanggewer Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor

KABUPATEN BOGOR.LENTERAJABAR.COM
, -- Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum meninjau Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SMA Negeri 3 Cibinong Jalan Perumahan Bogor Asri Nanggewer Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (31/1/2022).

"Saya memantau PTM, kedua memberi motivasi kepada siswa- siswi," ungkap Pak Uu-- sapaan Uu Ruzhanul.

Pada kesempatan itu pula, Pak Uu mengingatkan bahwa seiring perkembangan virus COVID-19 varian omicron, sekolah harus makin sigap dan disiplin prokes. Agar dipastikan keselamatan siswa dari mulai berangkat, dalam perjalanan, selama di sekolah, sampai pulang lagi ke rumah, 

"Nanti siang kami rapat dengan Pak Gubernur, karena peningkatan ada, mau omicron ataupun yang lain pemerintah dan masyarakat punya tanggung jawab untuk sigap agar virus corona segera berakhir," harap Pak Uu .

Selain prokes dasar, Pak Uu menyebut bahwa para siswa diarahkan untuk bekal makan dari rumah. Lalu kantin sekolah ditutup agar aktivitas siswa di jam istirahat lebih terpantau.

Sementara itu, di sela peninjauan Pak Uu juga menyempatkan diri untuk memberi motivasi kepada para siswa. Pak Uu menyebut, pandemi COVID-19 bukan alasan untuk para siswa berhenti berkarya dan berprestasi.

Para siswa dituntut untuk terus meningkatkan kemampuan, pengalaman organisasi, serta membentuk akhlak dan moral dengan keimanan dan ketakwaan, sehingga berujung meningkatnya daya saing di era dinamis saat ini.

Ia pun menyemangati siswa agar adaptif terhadap perubahan zaman. Apalagi tahun emas Indonesia yakni 2045 harus disambut dengan baik. Maka kaum muda perlu mempersiapkan diri agar bonus demografi yang akan datang tidak sia- sia dan berlalu begitu saja.

"Kalau adik- adik tidak siap bersaing maka akan termajirnalkan (terpinggirkan)," kata Pak Uu.

"Apalagi tahun 2045 digadang- gadang Indonesia akan meraih bonus demografi. Maka, tinggal beberapa tahun lagi, generasi muda penerus bangsa perlu mempersiapkan diri," katanya.(Rie/Red)