.

Legislator Berharap Pemerintah Pusat Dukung Program Rutilahu Jabar

Caption : Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat Hj. Sumiyati, SPd .,M.I.Pol

BANDUNG.LENTERAJABAR.COM
,--Program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) sampai saat ini masih di harapkan masyarakat menginggat bebah rumah sesuai dengan standar kesehatan sangat berfaedah bagi kalangan masyarakat berpenghasilan rendah.

Namun sayangnya untuk tahun 2022 dapat dipastikan program Rutilahu Jawa Barat mengalami total penurunan anggaran dan jumlah penerimanya.

Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat Hj. Sumiyati, SPd .,M.I.Pol dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (F-PDIP) mengatakan bahwa anggaran program Rutilahu tahun 2022 hanya 550 miliar rupiah, berkurang 120 miliar rupiah dibanding tahun 2021.

Menurut Anggota Komisi III yang membidangi Keuangan ini,berdasar info dari Dinas Perkim Jawa barat bahwa Disperkim ini akan membangun ditahun 2022 itu adalah 9.406 unit dengan anggaran 20 juta, jadi tinggal dikalikan saja berapa, sekitar 550 miliar rupiah,” tutur  Sum sapaan Hj.Sumiyati  Senin 10/1/2022).

Lebih lanjut dikatakannya program Rutilahu yang ada di Jawa Barat secara umum pengajuannya melebihi dari realitas yang di akomodir oleh dinas Perkim, jadi jika kemudian penerima bantuan itu angkanya menjadi lebih banyak tetapi jumlah penerima programnya berkurang cukup disayangkan.

Pagu rutilahu per unitnya naik menjadi 20 juta, Jika anggaran perunitnya di naikan  lebih baik karena itu menjadi tolat ukur jika seperti itu baru ada pertumbuhan bangunannya.Data tetap yang diperoleh DPRD jabar dikomunikasi dari rapat mitra kerja dengan Dinas Perkim.

DPRD berharap akan sangat baik sekali jika Kementerian PUPR bisa mendorong program Rutilahu yang memang dicanangkan oleh Provinsi dalam setiap tahunnya menginggat dalam setiap reses aspirasi rutilahu selalu mengemuka kepada para wakil rak.yat di daerah pemilihan (dapil) Masing-masing

Perlu di ketahui Gubernur Jawa barat secara simbolis memberikan bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) untuk lima daerah. Yakni Kota Sukabumi 610 unit senilai (Rp10,6 miliar), Kabupaten Sukabumi 2.386 unit (Rp41 miliar), Cianjur 420 unit (Rp 7 miliar), Kabupaten Bogor 1.100 unit (Rp 19 miliar), dan Kota Bogor 1.000 unit (Rp 17 miliar), di Sukabumi, Sabtu (8/1/2022).

Pemda Provinsi Jawa Barat telah merenovasi 38.290 unit rumah tidak layak huni di 1.232 desa yang tersebar di 27 kabupaten dan kota.

Anggaran yang telah digelontorkan untuk program rutilahu tersebut sebesar Rp670 miliar. Dalam pembangunannya total melibatkan 114.870 tenaga kerja.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil menuturkan, anggaran program perbaikan rutilahu tahun 2021 tidak termasuk yang terkena refocusing untuk penanggulangan Covid-19. Dengan demikian program tersebut bisa terus berlangsung.(Rie/AdPar)