.

Ketua DPRD Jabar Brigjen TNI (Purn) Taufik Hidayat SH MH Usulkan Pelajaran Tentang Kejujuran Digiatkan Kembali

Caption : Ketua DPRD Jabar Brigjen TNI (Purn) Taufik Hidayat SH MH

BANDUNG.LENTERAJABAR.COM
,- Ketua DPRD Jabar Brigjen TNI (Purn) Taufik Hidayat SH MH mengatakan Agar pelaku koruptif bisa hilang dari setiap individu, ada baiknya pelajaran tentang kejujuran atau budi pekerti digiatkan kembali mulai dari bangku sekolah dasar sampai perguruan tinggi.

Demikian hal tersebut diungkapkan politisi partai Gerindra ini saat berbicara sebagai keynote speaker, diskusi publik virtual bertajuk Indonesia Menyongsong Zona Integritas dalam rangkaian acara Hari Anti Korupsi Dunia (Harkordia) 2021.

Sub Judul, Indeks Pemberantasan Korupsi di Jawa Barat yang digagas Forum Jurnalis Jabar (FJJ),melalui zoom Senin 20 Desember 2021, pukul 19.30 WIB.

Pematerinya, Stafsus Mendagri Kastorius Sinaga, Juru Bicara KPK Bidang Penindakan, Ali Fikri, Koordinator ICW Adnan Topan Husodo. Adapun yang bertindak sebagai moderator, Wakil Ketua Umum IKA Unpad Bidang Kepemudaan, Fuad Rinaldi.

"Jadi mungkin saran saya, kebetulan ada KPK disini, ada baiknya dari SD SMP, SMP sampai perguruan tinggi. Mungkin nanti harus ada pelajaran tentang kejujuran," katanya.

Dimana pelajaran tentang kejujuran ini, mungkin bisa dimasukkan ke dalam pelajaran agama. "Saya yakin, kita semua bangsa Indonesia. Ingin rakyat Indonesia, semua sejahtera, supaya sejahtera di antaranya jangan ada yang korupsi," terangnya.

Semua itu tidak  lain, agar semua rakyat bisa hidup sejahtera, adil dan makmur. "Dimana jaman baheula, jaman dulu, kita mungkin sudah tahu. Ada kerajaan, yang mana rajanya adalah raja  yang bijaksana," katanya.

Sebagai Ketua DPRD Jabar, Taufik Hidayat mendukung penuh kegiatan yang telah diselenggarakan oleh FJJ,tutur anggota legislatif partai berlambang burung garuda ini.

"Semoga acara ini juga bisa, ditularkan kepada semua pemerintahan yang memangku jabatan, kemungkinan ada yang meleset meleset itu," katanya.

Terlebih beberapa waktu lalu, telah mendengar apa yang telah dikatakan Presiden RI. Jokowi tidak ingin kepala daerah takut membelanjakan anggaran demi terlaksananya program pembangunan.

"Kemarin itu, kita juga mendengar dari pak Jokowi, memang semuanya ada peringatan pertama kedua dan ketiga, yang akhirnya keuangan di masing-masing kepala daerah itu ditahan, karena takut salah, nah ini karena yang takut salah ini pak Jokowi pun sampai, marah," katanya.

"Padahal, kalau mungkin kita niatnya untuk rakyat, saya kira mungkin, saya kira memang aturannya, jadi kalau saya, menekankan kepada seluruh rekan rekan yang ada di DPRD yang biasanya ketemu saya, yang penting satu, jujur, supaya jangan ketangkep, ya jangan korupsi,"tegas Taufik yang juga Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jawa Barat ini.(Rie/Red)