.

Wawali Tri Adhianto Dukung Harmonisasi Keberagaman,Hadiri Acara Syukuran Babaritan Budaya Kampung Kranggan

Caption : Tri Adhianto di dampingi istri foto di jembatan Jalatunda sebagai destinasi wisata di Keramat Asem Kelurahan Jatiasih.(foto istimewa)


KOTA BEKASI.LENTERAJABAR.COM, - Wakil Walikota (Wawali) Bekasi  Tri Adhianto didampingi istri mendukung pelestarian budaya dalam rangka menjaga tradisi .

Tri Adhianto hadiri acara sykuran (babaritan) budaya khas kampung Kranggan, di Kelurahan Jatisari Kecamatan Jatiasih, Selasa 2 November 2021 .

Meski lokasi tersebut berada didaerah Kecamatan Jatiasih, akan tetapi warga masyarakat sekitar turut serta melestarikan budaya khas kampung Kranggan Jatisampurna.

Kehadiran Tri Adhianto beserta rombongan selain dalam rangka menghadiri acara budaya adat warga setempat sebagai bentuk harmonisasi keberagaman, kehadiran orang nomor dua di Kota Bekasi tersebut sekaligus meninjau progres pembangunan destinasi wisata yang di inisiasi oleh Kang Abel.

Kang Abel adalah salah satu Aktifis pecinta alam yang menginisiasi Jembatan Jalatunda sebagai destinasi wisata di Keramat Asem Kelurahan Jatisari.

Pada kesempatan itu Kang  Abel mengungkapkan akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Bekasi terkait upaya pembuatan destinasi wisata arum jeram Kali Cikeas, Abel Berharap daerah tersebut dapat terjaga keasrian alamnya, terjaga nilai budayanya, dan dapat menumbuhkan ekonomi buat masyarakat sekitar.

"Harapan dari program ini, daerah ini bisa jadi objek wisata, wisata arumjeram dan juga wisata budaya, masyarakat jadi punya peluang usaha, yang nantinya dapat meningkatkan ekonomi masyarakat juga," pungkas Kang Abel.

Wawali  yang akrab disapa mas Tri mengungkapkan cagar budaya dan kelestarian alam merupakan tanggung jawab bersama, Pemerintah Kota Bekasi akan terus memberikan support sebagai bentuk perhatian Pemerintah terhadap kepentingan masyarakat dan pembangunan insfrastruktur di Kota Bekasi.

"sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui, Pemerintah Kota Bekasi berupaya menjaga kebersihan Kali dan akhirnya kali tersebut berpotensi untuk jadi objek wisata, ditambah lagi ada warisan budaya dari leluhur yang tentunya bisa menjadi edukasi sejarah bagi para generasi selanjutnya,"Pungkas Tri Adhianto .