.

Aleg Daro Sorot Operasional Pengangkut Sampah Terhenti Imbas recofushing

Caption : Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat Daddy Rohanady

BANDUNG.LENTERAJABAR.COM
,-- Anggaran bahan bakar minyak (BBM) truk pengangkut sampah sudah habis karena terdampak recofushing dan dialihkan untuk penanggulangan pandemic covid-19.hal ini berdampak terhadap operasional kendaraan pengangkut sampah

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat Prima Mayaningtyas mengatakan UPT PSTR Propinsi Jabar sebagai pengelola TPA Sarimukti, kehabisan anggaran operasional karena dialihkan untuk penanganan covid-19.

Menurutnya keterlambatan pengiriman ke Sarimukti ini karena ada penyesuaian anggaran di proses perubahan anggaran 2021 yang sebagian terelokasi untuk penanganan COVID-19. "Penyesuaian anggaran diproses perubahan anggaran 2021," ujar Prima.

Menyikapi kondisi tersebut saat di minta tanggapannya Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat Daddy Rohanady menyayangkan terhentinya aktivitas pengolahan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat, akibat tidak adanya pasokan bahan bakar untuk alat berat guna sanitary landfill.

Sehingga sempat terjadi masalah pada pekan lalu, kendati persoalan tersebut saat ini sudah diatasi. Dia menjelaskan, terhentinya pasokan bahan bakar solar karena anggaran yang disediakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar hanya cukup sampai Oktober lalu. Anggaran tersebut kata Daddy dipangkas oleh Pemprov, salah satunya untuk penanganan pandemi Covid-19.

Lebih lanjut dikatakan Daro sapaan akrab Daddy Rohanady,terhentinya aktivitas di TPA Sarimukti,karena bahan bakar solar untuk alat berat disana tidak ada. Anggaran nyatanya Cuma sampai Oktober kemarin. Ini karena salah satunya  ada refocussing anggaran, untuk penanganan Covid-19. Makanya kemarin sempat terjadi penumpukan antrian truk pembuangan sampah,” ujar Daddy kepada media di Bandung Senin 8 November 2021.

Politisi senior Partai Gerindra ini menyayangkan persoalan tersebut sejatinya jangan turut disertakan dalam refocussing anggaran mengingat pentingnya penanganan sampah. Daro berharap, pemerintah dapat lebih bijak dalam mengambil keputusan dengan memerioritaskan kebutuhan vital masyarakat, salah satunya mengenai sampah.

“Kami menyayangkan dengan adanya kejadian ini. Kami harap pemerintah lebih serius dalam menangani persoalan sampah ini, karena berdampak besar bagi masyarakat. Seharusnya hal yang seperti ini, jangan terkena pemangkasan anggaran. Sebab urgensinya juga tinggi. Masih banyak hal lain yang ada anggaran besar, bisa di-refocussing. Contohnya revitalisasi alun-alun dan sejenisnya. Itu urgensinya tidak ada pada kondisi saat ini,” ucapnya.

Ditambahkan Wakil Ketua Fraksi Gerindra Persatuan DPRD Provinsi Jawa Barat ini,berharap pemerintah dapat lebih bijak dalam mengambil keputusan, khususnya untuk hal-hal penting seperti masalah sampah ini menyangkut kepentingan masyarakat banyak dan  hal seperti ini jangan sampai terulang lagi di kemudian hari, tegas wakil rakyat daerah pemilihan (dapil) jabar XII meliputi Kabupaten Cirebon,Indramayu dan Kota Cirebon ini.(Rie/AdPar)