.

Dubai Expo Tempat Strategis Perkenalkan Produk Unggulan OPOP Jabar

Caption : Produk unggulan program OPOP (One Pesantren One Product) Jabar

DUBAI.LENTERAJABAR.COM
,--Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) menggelar forum bisnis bertajuk "West Java Talkshow" dalam Paviliun Indonesia di Dubai Expo 2020

Ajang internasional Dubai Expo 2020 merupakan tempat strategis bagi produk-produk unggulan program OPOP (One Pesantren One Product) untuk memperkenalkan produk-produk Jabar agar dikenal di pasar global.

Sejak tahun 2019 program OPOP, terdapat 1.574 pesantren dari 27 kota/kabupaten Jabar yang telah mengikuti program OPOP. Aneka bidang usaha yang ditekuni adalah mulai dari perikanan, pertanian, perdagangan, fesyen dan konveksi, makanan dan minuman, serta jasa pelayanan. Produk-produk tersebut dikemas dengan menarik dan telah dipasarkan melalui toko online. 

Program ini merupakan program kemandirian ekonomi berbasis pesantren,tujuan didirikan OPOP ini adalah untuk menciptakan kemandirian umat melalui para santri, masyarakat dan pondok pesantren itu sendiri, agar mampu mandiri secara ekonomi, sosial dan juga untuk memacu pengembangan keterampilan, teknologi produksi, distribusi, pemasaran melalui sebuah pendekatan inovatif dan strategis dari Pemprov Jabar bersama Dinas KUKM Provinsi Jawa Barat.

Dampak inovasi dari program OPOP sendiri telah membuat peningkatan omzet unit usaha pesantren sebesar 133 persen. Transaksi penjualan dalam satu kali kegiatan temu bisnis juga meningkat sebesar Rp21.000.000. Demikian pula jumlah produk yang dihasilkan naik dari 250 menjadi 500 produk. 

Jumlah pesantren yang memiliki produk juga meningkat dari 250 unit usaha pesantren menjadi 500 unit usaha. Di sisi lain, rata-rata tenaga kerja yang terserap juga meningkat menjadi empat orang. 

Saat ini, terdapat minimal 20 pesantren yang terseleksi melaksanakan pra koperasi untuk pembentukan badan hukum koperasi tingkat provinsi.

“Program OPOP tak hanya mendorong pesantren agar punya kemandirian ekonomi, tetapi sekaligus dapat membuka peluang lapangan kerja bagi masyarakat sekitar lingkungan pesantren,” ujar Ustaz Peri Risnandar pelaku OPOP dari Pesantren Daarut Tauhid. 

Selain memamerkan potensi produk halal termasuk produk OPOP di industri fesyen dan dekorasi, Pemda Provinsi Jawa Barat juga memamerkan potensi wisata yang ada di Jawa Barat seperti Tangkubanparahu, dan wisata sawah berundak di Majalengka kepada calon investor yang hadir dari berbagai negara di timur tengah, seperti dari Uni Emirat Arab dan Qatar.(Red/Rie)