.

DPRD Jabar : Desa Gudang Kabupaten Sumedang Harus Pertahankan Prestasi

Caption : Komisi I DPRD Provinsi Jabar kunker ke Dinas BPMD untuk mendapatkan masukan dan informasi Kegiatan Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna Kolaborasi Binaan Desa Berprestasi antara Pemprov Jabar dan Pemkab Sumedang.(foto:dok humas dprd jabar)

SUMEDANG.LENTERAJABAR.COM
.--Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat mengapresiasi Desa Gudang, Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Sumedang yang meraih juara tingkat nasional dalam Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna (Posyantek) khususnya inovasi bidang pupuk organik, penebar pelet ikan otomatis dan pengolahan limbah organik (Biodigester).

Sekretaris Komisi I DPRD Prov Jabar, Sadar Muslihat menyebut, Desa Gudang harus bersaing dengan 70 desa untuk mendapatkan prestasi tersebut. Sebab, saat ini desa menjadi primadona dengan dukungan anggaran yang cukup besar.

Sebagai juara nasional, inovasinya bisa diadopsi oleh desa lainnya di Jabar sebagai modul program-program. Bahkan program desa yang bersifat komersil akan menambah keunggulan bagi desa itu sendiri, ujar Sadar, Rabu (22/9/2021).

Namun, lanjut dia, yang harus diperhatikan adalah kearifan lokal seperti gotong royong, tepa salira dan sebagainya. Apalagi ditengah gencarnya perkembangan teknologi, desa harus mampu mempertahankan kearifan lokal dengan baik, silih tulungan. 

Selain itu, menurut Sadar, peran Desa juga harus menjadi contoh bagi masyarakatnya. Terlebih adanya bantuan Desa saat ini cukup besar, jangan sampai ada masyarakat yang mengharapkan bantuan desa yang tidak tepat sasaran. 

"Fenomena saat ini yang kerap menjadi kebiasaan buruk yakni mengklaim sebagai warga miskin demi mendapatkan bantuan. Pendataan desa jadi kunci utama untuk mengkategorisasi tingkat kemiskinan," katanya. 

Hal senada diungkapkan Anggota Komisi I DPRD Prov. Jabar, M Nasir,menurutnya, saat ini desa juga harus berperan penting dalam pemanfaatan dan pengolahan sampah. Di mana setiap desa harus memiliki tempat khusus untuk mengolah sampah dan mengedukasi masyarakat tentang pengolahan sampah.

"Pemanfaatannya seperti apa keuntungannya terutama bagi masyarakat. 

Komersialisasi teknologi tepat guna pengelolaan sampah setiap desa harus dimaksimalkan pengolahannya," tutupnya.