.

Dana PEN Harus Untuk Pemulihan Ekonomi Jabar

Caption : Hj.Sumiyati.S.Pd.i.,M.Pol

BANDUNG.LENTERAJABAR.COM,--Adanya dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) seharusnya dimaksimalkan untuk pemulihan ekonomi yang mana pengalokasian anggaran tersebut sebagai upaya penanggulangan pandemi Corona Virus Disease (Covid-19).

Hj.Sumiyati,S.Pd.I,M.Pol Anggota legislatif (Aleg) Komisi III  mendukung sikap pemerintah provinsi (Pemprov) dalam pemanfaatan bantuan dana pinjaman,dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) khususnya untuk pemulihan ekonomi di Jawa Barat karena pandemi,yang dilakukan pemerintah pusat melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

Menurut Aleg Komisi III yang membidangi Keuangan ini, meliputi: Pinjaman Daerah, Pendapatan Asli Daerah (Pajak Daerah, Retribusi Daerah, Hasil BUMD dan Pengelolaan Kekayaan Daerah dan Harta lainnya yang dipisahkan, lain-lain PAD yang sah), Dana Perimbangan (PBB, Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan, Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus, Penerimaan Sektor Kehutanan, Pertambangan Umum dan Perikanan, Penerimaan dari Pertambangan Minyak dan Gas Alam), Pajak Air, Perbankan, Dunia Usaha, Otorita, Pemberdayaan dan Pengembangan BUMD, serta Penanaman Modal Asing dan Penanaman Modal Dalam Negeri, dan lain-lain penerimaan yang sah mengatakan, bahwa pada prinsipnya antara DPRD dan pemerintah daerah memiliki semangat yang sama agar ekonomi kita bisa cepat pulih,tutur Sum sapaan akrab politisi perempuan PDIP ini.

Lebih lanjut dikatakannya,pemulihan ekonomi itu harus terus diupayakan meski di tengah pandemi dengan melakukan relaksasi di sejumlah sektor yang dinilai potensi penyebaran virusnya rendah,ungkapnya saat dihubungi via telepon selulernya  Rabu (19/5/2021).

Menurut legislator partai berlambang banteng moncong putih ini,soal PEN fokusnya ke infrastruktur hal itu tidak jadi masalah asal peruntuknya tepat sasaran dapat dimanfaatkan untuk masyarakat banyak seperti program padat karya,dana tersebut nantinya harus di kembalikan ke pemerintah pusat  karena dana pinjaman bukan hibah,jelas Sum.

Sum berharap program kegiatan yang dibiayai utang PEN dapat diarahkan untuk pemulihan ekonomi Jawa Barat. Dengan demikian,roda perekonomian jadi mengeliat kembali, kita fokus pada tujuan tersebut agar jangan sampai ini tidak maksimal, pengalokasian anggaran sebagai upaya penanggulangan Corona Virus Disease (Covid-19),tutur lulusan magister Ilmu Politik dari Universitas Padjadjaran ini.

Ditegaskan kembali oleh Sum sapaan legislator yang sudah dua periode duduk sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan (dapil) Jabar VIII meliputi Kota Depok dan Bekasi ini.Menginggatkan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat terkait pengunaan angaran tersebut harus bijak dan selektif karena uang tersebut pinjaman daerah jadi nantinya harus dikembalikan ke pemerintah pusat,pungkasnya.(Rie/Adikarya)