.

DPRD Minta Pemanfaatan Aset Pemprov Jabar Dioptimalkan

Caption : Pimpinan dan Anggota Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat saat kunker ke
UPTD Balai Pengembangan Benih Hortikultura dan Aneka Tanaman, di Kabupaten Sumedang.

SUMEDANG.LENTERAJABAR.COM,
--Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat melalui Komisi I kini sedang meninjau aset-aset yang dimiliki Pemprov Jabar.

Pimpinan dan Anggota Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat, melakukan kunjungan kerja (Kunker) lapangan dalam rangka peninjauan aset Pemerintah Provinsi Jawa Barat di UPTD Balai Pengembangan Benih Hortikultura dan Aneka Tanaman, di Kabupaten Sumedang. Jumat, (12/3/2021).

Ketua Komisi I DPRD Jabar Bedi Budiman mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan inventarisasi persoalan-persoalan pada aset yang dimiliki Pemprov Jabar,pengawasan dan ingin memastikan aset yang digunakan oleh perangkat dinas tersebut dikelola dengan baik.

Hal tersebut dilakukan sebagai evaluasi dan optimalisasi pemberdayaan terhadap aset-aset di Jabar. Yang terpenting yakni pengamanan dan pengelolaan aset agar dapat menghasilkan dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat di Jabar. Jadi sekarang sedang dalam rangka itu.

Lebih lanjut dikatakan bedi legislator dari  Fraksi PDIP DPRD Provinsi Jawa Barat ,oleh karena balai ini mempunyai letak strategis bagi aktifitas masyarakat, hal ini bisa menjadi peluang bagi OPTD terkait walaupun bukan bidangnya, tapi bisa dikaitkan menjadi wisata berbasis agro, sehingga kami berharap di bulan depan akan ada peta besar untuk pemanfaatan aset-aset Provinsi ini,tutur wakil rakyat daerah pemilihan (dapil) Jabar XIII meliputi  Kabupaten  Kuningan,Ciamis, Pangandaran dan Kota Banjar ini.

Ditambahkan Bedi  oleh karena itu pihaknya (komisi 1-red)  berharap, UPTD Balai Pengembangan Benih Hortikultura dan Aneka Tanaman Kabupaten Sumedang perlu perencanaan yang matang untuk pemanfaatan aset supaya lebih produktif,salah satunya dalam pengembangan bidang pertanian,pungkas politisi partai berlambang banteng moncong putih kelahiran Tasikmalaya 3 Maret 1973 ini.(Rie/Adv)