.

Hj. Sumiyati, SPd.I.M.I.Pol : Persoalan Pendidikan Menjadi Perhatian Saat Reses

 

Hj. Sumiyati, SPd.I.M.I.Pol menyerap aspirasi masyarakat  di KP.Jomblongan RT 003. RW 011  Pancoran Mas Kota Depok dalam Rangka Reses

DEPOK.LENTERAJABAR.COM,--Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari daerah pemilihan (Dapil) VIII Kota Depok dan Kota Bekasi, Hj. Sumiyati, SPd.I.M.I.Pol menyerap aspirasi masyarakat  di KP.Jomblongan RT 003. RW 011  Pancoran Mas Kota Depok dalam Rangka Reses I Tahun Sidang 2020-2021.Jumat , 6 November 2020.

Dalam resesnya ini, politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini  minta masyarakat agar meningkatkan produktivitas dalam membangun ekonomi di rumah. Baginya, pandemi Covid-19 ini harus dihadapi dengan berbagai kegiatan yang konstruktif.

Menurut Anggota Komisi III DPRD Jabar  Pada kegiatan reses kali ini, Bunda Sum mengatakan banyak aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat, mengemuka beberapa persoalan diantaranya infrastruktur seperti jalan rusak,bidang kesehatan hingga kurang memadainya sarana pendidikan yaitu  tidak sebandingnya jumlah sekolah dengan daya tampung siswa.

Berdasarkan data dari Dinas pendidikan Jumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Depok hanya 23 SMP Negeri sementara di Kota Bekasi ada 57 Sekolah Menengah Pertama Negeri.Hal ini harus di carikan jalan keluar karena pendidikan merupakan modal dasar untuk meningkatkan sumber daya manusia (IPM) Jawa Barat selaras dengan tagline “Jabar Juara” pasangan gubernur Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu).

Berkaitan dengan hal tersebut legislator yang sudah dua periode mewakiili dapilnya ini menuturkan bahwa ada beberapa aspirasi yang sudah disampaikan dan dimasukan ke dalam perencanaan anggaran tahun 2021. Sum berharap apa yang diinginkan masyarakat dapat segera terealisasi.

Selain menyerap pada kesempatan ini juga srikandi partai berlambang banteng moncong putih ini membagikan masker, juga mengimbau kepada masyarakat agar terus menjaga kesehatan dan mematuhi protokol kesehatan 3M +1T ( Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan) + Tidak berkerumun. Hal ini penting untuk menjaga kesehatan dan memutus mata rantai virus covid-19, pungkas kelahiran Jakarta tanggal 20 September ini.(Adikarya Parlemen/Red)