.

Satpol PP Jabar Akan Awasi Prokes Wisatawan Selama Libur Panjang

Kasatpol PP Jawa Barat Ade Afriandi

 

BANDUNG.LENTERAJABAR.COM, – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Jawa Barat akan melakukan patroli pengawasan protokol kesehatan untuk mencegah terjadinya penularan COVID-19. Pada libur panjang pekan ini, ada delapan daerah yang akan dipelototi oleh Satpol PP di antaranya Kota Cirebon, Kabupaten Karawang, Subang, Garut, bandung, Bandung Barat, Cianjur dan Sukabumi.

Kasatpol PP Jawa Barat Ade Afriandi mengatakan, pengetatan pengawasan di delapan wilayah tersebut karena potensi terjadinya kerumunan di objek wisata yang berada di dalamnnya sangat mungkin terjadi.

“Kedelapan daerah tersebut memiliki destinasi wisata yang menarik. Sehingga saat libur panjang tiba berpotensi terjadi kerumunan di destinasi-destinasi wisatanya,” kata Ade, Rabu (28/10/2020).

Penguatan koordinasi pun dilakukan Satpol PP Jabar dengan Satpol PP Kabupaten/Kota. Nantinya, Satpol PP Jabar dan Kabupaten/Kota akan mengawasi pengunjung dan melaksanakan rapid test secara acak. 

“Kami sudah berkoordinasi dengan Satpol PP Kabupaten/Kota. Ini kami lakukan agar patroli monitoring protokol kesehatan di destinasi wisata berjalan optimal,” ucap Ade.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, pengamanan di destinasi wisata akan ditingkatkan. Tes acak, baik swab atau rapid test akan dilakukan kepada pemudik atau wisatawan yang sekitar lokasi wisata. 

Tak hanya itu, peningkatan keamanan di pintu masuk-keluar Jabar pun ditingkatkan.
“Jadi jangan kaget nanti akan diberhentikan secara baik-baik dan sopan oleh kami dan kepolisian untuk dites,” kata Kang Emil di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (26/10/2020).

Selain itu, untuk mencegah terjadinya penularan COVID-19, pria yang akrab disapa Kang Emil itu juga meminta komitmen dari pengelola objek wisata terkait pembatasan kapasitas pengunjung dan fasilitas protokol kesehatan. 

“Kalau janji 50 persen ya disiplin 50 persen, hiburan malam juga sama kita akan datangi untuk melakukan pengetesan, karena pariwisata outdoor siang hari untuk mencari kegembiraan dan ada juga yang malam hari untuk mencari hiburan, saya imbau kepada kafe dan restoran bar yang menyelenggarakan hiburan malam, memastikan dari sekarang pengaturan jarak, meja makan dan sirkulasi udara jangan sampai ditemukan dalam skala besar sehingga terjadi penutupan,” katanya.(Rie/Red)