.

Penilaian Wakil Rakyat Metode Pendidikan Jarak Jauh Kurang Efektif

Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat Abdul Hadi Wijaya
 
BANDUNG.LENTERAJABAR.COM,--Imbas wabah Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) menyebabkan  terhentinya kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah yang cukup lama hal ini membuat para siswa mulai merasa jenuh dengan sistem pembelajaran dari rumah dengan sistem daring tersebut.

Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat Abdul Hadi Wijaya berharap pandemi Covid-19 cepat berakhir agar peserta didik bisa cepat kembali ke sekolah. Tidak lagi belajar dengan metode pendidikan jarak jauh (PJJ),ungkapnya kepada media di Bandung kemarin.

Menurut Gus Ahad sapaan akrab Abdul Hadi legislator daerah pemilihan (dapil) Jabar X meliputi Kabupaten Karawang Kabupaten Purwakarta ini hal tersebut karena berdasarkan hasil kunjungan kerja ke beberapa daerah di Jawa Barat, dikatahui PJJ tidak efektif. Tingkat kehadiran siswa rendah.

Menurut Abdul Hadi ada beberapa kepala sekolah mengeluh dengan model PJJ, salah satunya kepala sekolah di kawasan Garut Selatan,tutur politisi partai berlambang bulan sabit kembar ini.

Katanya di awal pandemi Covid-19, saat sekolah mengadakan belajar sistem daring, dari 300 siswa yang bisa hadir untuk belajar hanya sepersepuluhnya saja.

“Dari 300 siswa yang dimiliki, yang bisa hadir secara daring hanya 30 orang, 40 orang saja,” katanya kepada tanda-baca.co.id di ruang kerjanya Gedung DPRD Prov Jabar, beberapa hari lalu.

Dengan data dari Garut Selatan saja, kata Abdul Hadi sudah bisa dikatakan, tingkat kehadiran rendah.“Trus, apa yang bisa kita harapkan dengan efisiensi yang dalam tanda petik memprihatinkan itu,” pungkasnya.(Rie/Red)