.

Legislator Dukung Pemberdayaan Masyarakat Untuk Kemandirian Desa

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Deden yang juga anggota Komisi III

GARUT.LENTERAJABAR.COM,- Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, legislator daerah pemilihan ( dapil ) Jabar XIV Kabupaten Garut melaksanakan kewajiban untuk menyerap aspirasi di daerah pemilihnnya.

Pelaksanaan Reses III Tahun Sidang 2019/2020 Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat di laksanakan politisi partai Gerindra Deden Galih bertempat di Desa Hegarsari Kec. Kadungora Kab. Garut.Jumat (10/7/2020).

Pada reses kali ini Deden anggota Komisi III yang membidangi Keuangan, meliputi: Pendapatan Asli Daerah (Pajak Daerah, Retribusi Daerah, Hasil BUMD dan Pengelolaan Kekayaan Daerah dan Harta lainnya yang dipisahkan, lain-lain PAD yang sah), Dana Perimbangan (PBB, Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan, Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus, Penerimaan Sektor Kehutanan, Pertambangan Umum dan Perikanan, Penerimaan dari Pertambangan Minyak dan Gas Alam), Pajak Air, Pinjaman Daerah, Perbankan, Dunia Usaha, Otorita, Pemberdayaan dan Pengembangan BUMD, serta Penanaman Modal Asing dan Penanaman Modal Dalam Negeri, dan lain-lain penerimaan yang sah. Banyak menyerap aspirasi serta menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat untuk kemandirian desa.

Deden mengatakan Desa Hegarsari memiliki potensi yang besar dibidang pertanian, namun warga desa hanya sebagai penggarap saja sehingga diperlukan pemerberdayaan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

"Jangan sampai penggarap lalu tanahnya dimanfaatkan bukan untuk pertanian, bagaimana nasib penggarap ini? Dibutuhkan trigger bagaimana memberdayakan penggarap-penggarap ini agar lebih baik lagi dari sisi ekonominya", tutur politisi partai berlmbang burung garuda ini.

Deden menambahkan Kab. Garut memiliki banyak potensi seperti halnya pertanian, peternakan dan perikanan memanfaatkan wilayah yang luas sehingga bisa didorong memiliki zona industri dalam sekala besar dibidang peternakan, pertanian dan perikanan tersebut.

"Menurut kami itu bisa untuk wilayah Kab. Garut karena sumber daya alamnya nyampak. Tinggal bagaimana menerapkan pemahaman itu dalam sekala ekonomi menjadi skala industri untuk kab. Garut", ucap Deden.

Deden berharap pemberdayaan masyarakat akan berlanjut menumbuhkan potensi ekonomi yang bisa membantu pengembangan kemandirian desa,pungkas pria kelahiran Garut6 September 1968 ini.(Rie/Red)